PDIP soal Jokowi Keliling RI: Harusnya Jadi Tanggung Jawab, Bukan Elektoral

Jakarta

Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) berencana berkeliling ke sejumlah wilayah Indonesia. Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto menilai, langkah turun ke bawah itu seharusnya menjadi ajang pertanggungjawaban kepemimpinan, bukan soal urusan elektoral.

Hasto mulanya mengatakan saat ini Presiden Prabowo Subianto tengah menghadapi berbagai persoalan fiskal. Hal itu merupakan dampak dari kebijakan pemerintahan sebelumnya.

“Ya tapi kita melihat sekarang kan Presiden Prabowo kita lihat menghadapi berbagai persoalan fiskal. Itu bukan karena dari Presiden Prabowo tapi karena juga akibat-akibat sebelumnya,” kata Hasto menanggapi pertanyaan Jokowi keliling RI, di Lentang Agung, Jakarta Pusat, Sabtu (1/6/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hasto kemudian menyoroti penggunaan anggaran negara di masa pemerintahan Jokowi yang menurutnya mengandung kepentingan elektoral. Salah satunya ialah anggaran bantuan sosial (Bansos) yang jumlahnya sangat fantastis.

“Bagaimana saat itu misalnya untuk kepentingan elektoral dipakai belanja Bansos yang begitu besar, dalam hitungan para pengamat-pengamat politik luar itu mencapai lebih dari 13 miliar US Dollar,” tutur Hasto.

Selain Bansos, Hasto juga mengkritik sejumlah kebijakan strategis di era Jokowi. Mulai dari belanja infrastruktur, pemindahan ibu kota (IKN), hingga kebijakan hilirisasi yang menurutnya hanya menguntungkan kelompok tertentu.

“Belanja-belanja infrastruktur yang tidak memberikan suatu multiplier effect, pemindahan ibu kota, kebijakan hilirisasi yang ternyata hanya menguntungkan suatu oligarki,” ucapnya.

Menurutnya segala hal itu pada akhirnya akan dipertanyakan oleh rakyat. Sebab itu, baginya turun ke daerah seharusnya dilakukan sebagai bentuk tanggung jawab moral pemimpin atas apa yang telah dilakukan selama menjabat.

“Ini yang kemudian digugat. Ini kerusakan-kerusakan sistem hukum, sistem politik, sistem demokrasi itu pasti nanti rakyat akan bertanya,” jelas Hasto.

“Jadi turun ke bawah bukan persoalan elektoral tapi harusnya pertanggungjawaban seorang pemimpin,” pungkanya.

Seperti diketahui, Joko Widodo (Jokowi) akan berkeliling ke sejumlah wilayah di Indonesia dalam waktu dekat. Jokowi mengatakan perjalanannya tersebut dilakukan untuk memenuhi undangan masyarakat daerah.

“Ya ini kan saya banyak undangan-undangan dari daerah-daerah untuk hadir dari masyarakat. Ya saya, saya sudah sehat dan saya akan datangi undangan-undangan yang ada,” ujar Jokowi di kediamannya, Sumber, Banjarsari, dilansir detikJateng, Senin (25/5).

Jokowi menjelaskan, selain untuk bersilaturahmi, dia akan memberikan motivasi kepada masyarakat. “Dan itu juga untuk memberikan motivasi,” jelasnya.

(ond/amw)

  • Related Posts

    Jokowi Tak Hadiri Upacara Hari Lahir Pancasila, Ajudan: Tak Ada Undangan

    Jakarta – Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) tak menghadiri Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila yang digelar hari ini. Ajudan Jokowi, AKBP Syarif Muhammad Fitriansyah, mengatakan Jokowi tak menerima undangan…

    Jimly Asshiddiqie Kenang Ryamizard Ryacudu: Tak Macam-macam

    MANTAN Ketua Mahkamah Konstitusi Jimly Asshiddiqie menyebut mantan Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu sebagai sosok prajurit yang profesional dan berhati-hati dalam mengambil keputusan. Kesan itu disampaikan Jimly saat menghadiri pemakaman Ryamizard…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *