Delegasi Piala Dunia mematuhi protokol Ebola AS, kata DR Kongo

‘Macan Tutul sudah siap, mereka aman, dan AS akan menerima ⁠tim ini,’ kata duta besar Kongo untuk AS.

Federasi sepak bola Republik Demokratik Kongo (DRC) dan FIFA telah mengonfirmasi bahwa delegasi Piala Dunia mereka mematuhi protokol Amerika Serikat terkait wabah Ebola, sehingga membuka jalan bagi tim untuk berkompetisi di turnamen tersebut.

Pihak yang berwenang Kongo mengatakan pada hari Rabu bahwa federasi mereka (FECOFA) telah mengadakan pembicaraan dengan FIFA minggu ini dan bahwa delegasi tersebut sekarang sepenuhnya mematuhi protokol kesehatan dan keselamatan, termasuk membatalkan kamp pelatihan di Kinshasa dan merelokasi persiapan ke luar negeri.

“Saya memuji FECOFA dan FIFA karena bergerak cepat dan tegas dalam mengambil keputusan yang bertanggung jawab dan masuk akal ini,” kata Duta Besar DRC untuk AS Yvette Kapinga Ngandu dalam sebuah pernyataan.

“Macan Tutul sudah siap, mereka aman, dan ⁠Saya yakin Amerika Serikat akan menerima ⁠tim ini.”

Seorang pejabat tim mengatakan pada hari Sabtu ⁠bahwa persiapan akan terus berjalan sesuai rencana meskipun ada persyaratan AS bagi individu untuk menyelesaikan masa isolasi 21 hari sebelum memasuki negara tersebut.

AS menjadi tuan rumah bersama Piala Dunia 11 Juni hingga 19 Juli bersama Kanada dan Meksiko.

Organisasi Kesehatan Dunia pekan lalu memperingatkan risiko “sangat tinggi” penyebaran Ebola jenis Bundibugyo secara nasional di Kongo, dengan lebih dari 1.000 kasus dugaan dan 246 dugaan kematian sejauh ini.

INTERAKTIF-Tim Sepak Bola FIFA yang lolos ke Piala Dunia 2026-1776671102

Sebagian anggota besar skuad berbasis di Eropa, sehingga mengurangi paparan risiko langsung, sementara anggota staf yang meninggalkan Kinshasa awal bulan ini akan menyelesaikan setidaknya 21 hari ⁠di Eropa sebelum melakukan perjalanan ke Piala Dunia sesuai dengan pedoman kesehatan AS.

“Pemerintah Republik Demokratik Kongo telah ⁠melakukan segala daya yang dimilikinya untuk memastikan mereka tiba di ⁠Amerika Serikat dalam keadaan siap, dilindungi, dan siap berkompetisi,” kata Menteri Olahraga Didier Budimbu.

Para pejabat juga menyuarakan mengenai para penggemar yang mendapatkan tiket Piala Dunia namun tidak dapat memperoleh visa AS karena administrasi administratif, ‌menambahkan bahwa diskusi sedang dilakukan dengan FIFA mengenai kemungkinan pengembalian dana.

Tim Kongo, yang tampil di Piala Dunia pertama mereka dalam 52 tahun, akan bermarkas di Houston, Texas. ‌Mereka ‌membuka kampanye Grup K melawan Portugal pada 17 Juni, sebelum menghadapi Kolombia di Guadalajara pada 23 Juni dan Uzbekistan di Atlanta, Georgia, pada 27 Juni.

  • Related Posts

    Kolaborasi Warga dan Satgas PRR Pulihkan 1.323 Hektare atau 88 Persen Sawah di Solok

    INFO TEMPO – Hamparan sawah di Jorong Batu Palano, Nagari Salayo, Kecamatan Kubung, Kabupaten Solok, kembali terlihat hijau pada Senin pagi, 25 Mei 2026. Di beberapa petak, padi sudah menguning…

    rahasia senjata Tiongkok dalam perlombaan AI dengan AS? Banyak energi murah

    Dalam persaingan melawan Tiongkok untuk mendapatkan supremasi AI, Amerika Serikat mendominasi dalam hal akses terhadap semikonduktor paling mutakhir. Namun dalam hal memberi daya pada pusat data besar yang menggunakan chip…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *