TNI Klaim Batalion Teritorial Dibangun di Lahan Milik Negara

MARKAS Besar Tentara Nasional Indonesia (TNI) membantah pembangunan batalion-batalion baru teritorial dilakukan di lahan sengketa. Kepala Pusat Penerangan TNI Brigadir Jenderal Muhammad Nas mengklaim ratusan batalion teritorial yang mulai dibangun didirikan di lahan milik instansi pertahanan dan milik negara.

“Atau lokasi yang telah disiapkan oleh pemerintah daerah. Tidak benar apabila disebut bahwa kami menyerobot lahan,” kata dia dalam keterangannya pada Rabu, 27 Mei 2026.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Dia mengatakan penetapan lokasi pembangunan batalion teritorial itu dilakukan lewat mekanisme yang berlaku. TNI, ujar di, berkoordinasi dengan instansi terkait seperti pemerintah daerah sebelum memulai pembangunan markas.

“Pada prinsipnya, TNI tetap mengedepankan pendekatan persuasif, dialogis, serta komunikasi yang baik dengan seluruh pihak agar setiap persoalan dapat diselesaikan melalui musyawarah,” ucap Nas.

Klaim TNI itu bertolak belakang dengan kondisi di lapangan. Di berbagai daerah, pembentukan batalion teritorial pembangunan diprotes warga lantaran persoalan lahan.

Terbaru pembangunan batalion teritorial di Jalan Jenderal Sudirman Km 18, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, yang diprotes warga lantaran diduga menyerobot lahan kelompok tani.

Kondisi serupa juga terjadi di proyek pendirian Batalion Teritorial Pembangunan 872 di Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan, memicu penolakan warga. Protes tersebut bahkan viral di media sosial setelah beredar video yang memperlihatkan ketegangan antara warga dan aparat TNI di lokasi rencana pembangunan.

Adapun Kementerian Pertahanan menargetkan sebanyak 750 batalion teritorial baru selesai dibangun pada 2029 mendatang. Pemerintah menargetkan tiap tahunnya ada 150 batalion teritorial baru di seluruh kabupaten atau kota di Indonesia, dengan prioritas pada tahun ini di Pulau Jawa.

  • Related Posts

    Kolaborasi Warga dan Satgas PRR Pulihkan 1.323 Hektare atau 88 Persen Sawah di Solok

    INFO TEMPO – Hamparan sawah di Jorong Batu Palano, Nagari Salayo, Kecamatan Kubung, Kabupaten Solok, kembali terlihat hijau pada Senin pagi, 25 Mei 2026. Di beberapa petak, padi sudah menguning…

    rahasia senjata Tiongkok dalam perlombaan AI dengan AS? Banyak energi murah

    Dalam persaingan melawan Tiongkok untuk mendapatkan supremasi AI, Amerika Serikat mendominasi dalam hal akses terhadap semikonduktor paling mutakhir. Namun dalam hal memberi daya pada pusat data besar yang menggunakan chip…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *