Satgas PRR Minta Pemda Maksimalkan TKD untuk Mitigasi Bencana di Sumatera

Jakarta – Ketua Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera, Muhammad Tito Karnavian mengingatkan pemerintah daerah di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat agar memprioritaskan pemanfaatan tambahan Transfer ke Daerah (TKD) untuk penanganan dan antisipasi bencana di wilayah masing-masing.

Tito menegaskan tambahan TKD yang diberikan pemerintah merupakan bentuk dukungan percepatan pemulihan sekaligus penguatan mitigasi bencana di daerah.

“Tambahan TKD ini diberikan dalam rangka penanganan bencana. Jadi saya mohon betul digunakan untuk kepentingan mitigasi dan penanganan bencana yang langsung dirasakan masyarakat,” ujar Tito, dalam keterangan tertulis, Jumat (22/5/2026).

Pemerintah telah menyalurkan tambahan TKD sebesar Rp 10,6 triliun untuk tiga provinsi terdampak. Penyaluran dilakukan secara bertahap guna mempercepat likuiditas daerah. Tahap pertama sebesar Rp 4,38 triliun disalurkan pada 27 Februari 2026, tahap kedua Rp 3,19 triliun pada 31 Maret 2026, dan tahap ketiga Rp 3,06 triliun pada 4 Mei 2026.

Secara agregat, provinsi Aceh menerima tambahan TKD sebesar Rp 1,65 triliun, Sumatera Utara sebesar Rp 6,35 triliun, dan Sumatera Barat sebesar Rp 2,63 triliun. Seluruh dana tersebut telah tersalurkan penuh hingga pemerintah kabupaten/kota dalam bentuk tambahan Dana Bagi Hasil (DBH), Dana Alokasi Umum (DAU), dan Dana Otonomi Khusus (Otsus).

Menurut Tito, tambahan anggaran tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan prioritas daerah, mulai dari normalisasi sungai, perbaikan jalan rawan longsor, penguatan drainase, rehabilitasi fasilitas umum, hingga langkah-langkah antisipasi untuk mengurangi risiko bencana susulan.

Tito juga menekankan pentingnya percepatan realisasi anggaran di daerah agar manfaatnya segera dirasakan masyarakat. Karena itu, Satgas PRR terus memantau penyusunan rencana kegiatan dan penerbitan peraturan kepala daerah (Perkada) sebagai dasar pelaksanaan program di lapangan.

“Saya menyampaikan apresiasi kepada daerah yang sudah menyusun rencana kegiatan dan sudah membuat Perkada. Tinggal direalisasikan supaya manfaatnya segera dirasakan masyarakat,” kata Tito.

Selain pemanfaatan TKD, Satgas PRR juga terus mengawal mekanisme hibah antardaerah untuk membantu wilayah terdampak berat yang menerima tambahan anggaran relatif kecil. Tito menilai semangat gotong royong antardaerah menjadi bagian penting dalam mempercepat pemulihan pascabencana di Sumatera.

“Kita ingin daerah yang memiliki kemampuan lebih juga bisa membantu daerah yang terdampak lebih berat. Ini bagian dari semangat bersama untuk mempercepat pemulihan,” tutup Tito. (akn/ega)

  • Related Posts

    Eddy Soeparno Sebut Pembebasan WNI dari Israel Bukti Diplomasi Jitu RI

    Jakarta – Wakil Ketua MPR RI dari Fraksi PAN, Eddy Soeparno menyampaikan rasa syukur atas terbebasnya warga negara Indonesia (WNI) yang sebelumnya sempat mengalami penahanan oleh otoritas Israel dan kini…

    Pemadaman Listrik Terjadi di Riau, Sumut, hingga Aceh Malam Ini

    Jakarta – Pemadaman listrik terjadi di sejumlah wilayah Sumatera, seperti di Riau, Sumatera Utara (Sumut), hingga Aceh. Pemadaman listrik mengganggu aktivitas warga. Dilansir detikSumut, di sejumlah wilayah di Pekanbaru listrik…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *