Tanggapan Ganjar soal Prabowo Pilu dengar Kritik PDIP

KETUA Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Bidang Pemerintahan dan Otonomi Daerah Ganjar Pranowo mengatakan kritik adalah bagian dari kehidupan demokrasi suatu negara. Pernyataan mantan Gubernur Jawa Tengah ini merupakan respons atas ucapan Presiden Prabowo Subianto yang mengaku hatinya pilu mendengar kritik anggota PDIP.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

“Kritik otokritik itu menyehatkan kehidupan bernegara. Kami menghormati sikap Presiden yang menyampaikan bahwa PDIP tetap berada di luar pemerintah dan menjadi penyeimbang,” kata Ganjar saat dihubungi pada Kamis, 22 Mei 2026.

Ganjar menyatakan PDIP akan terus memberikan catatan kritis terhadap kebijakan pemerintah Prabowo dengan berlandaskan data dan temuan fakta di lapangan. Dia meyakini bahwa sebagai pemangku kepentingan dan pengambil keputusan, pemerintah perlu mendengar masukan sebanyak mungkin dari berbagai elemen di masyarakat.

“Mendengarkan banyak pihak akan sangat bermanfaat untuk pengambilan keputusan. Mari kembalikan kepercayaan publik dengan menempatkan kelembagaan negara dalam fungsinya,” ucap dia.

Dalam sidang paripurna DPR Rabu, 20 Mei 2026, Prabowo membacakan Kerangka Ekonomi Makro Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) Rancangan APBN 2027 di depan para menteri, anggota DPR, dan sejumlah ketua umum partai politik. Menjelang akhir pidatonya yang berdurasi dua jam, Prabowo menyinggung soal peran PDIP yang tidak bergabung dalam koalisi pemerintah.

Prabowo menyampaikan rasa terima kasih kepada PDIP dan menganggap partai banteng sedang melakukan pengorbanan. Namun, Kepala Negara mengaku bersedih hati saat mendengar berbagai kritik yang disampaikan anggota DPR dari fraksi PDIP.

“Kadang-kadang, saya malam-malam sebelum tidur, pilu hati saya. Ini anggota PDIP ini kadang-kadang kritiknya keras banget itu,” ucap Prabowo saat berpidato di sidang paripurna DPR, Jakarta, pada Rabu. 

Lambat laun, Ketua Umum Partai Gerindra itu menyadari bahwa kritik-kritik dari anggota PDIP memiliki dasar alasan tertentu. Dia juga mengatakan bahwa demokrasi membutuhkan pengawasan dan pengimbangan atau prinsip check and balance

“Ada pepatah yang mengatakan kalau orang mengingatkan kita, walaupun kita tidak suka dikasih peringatan, tapi sebenarnya dia menyelamatkan kita,” tutur mantan Menteri Pertahanan ini.  

Dia kemudian mengungkapkan isi hatinya yang berharap andai semua partai politik bergabung ke pemerintahan. Tapi kemudian ia juga berujar bahwa setiap pemimpin harus bersedia dikritik dan kinerja pemerintah perlu diawasi. 
 
“Memang maunya saya itu gotong royong. Kalau semua partai di pemerintah, alangkah manisnya. Alangkah manisnya untuk saya, tapi mungkin tidak baik,” tutur dia. 

  • Related Posts

    98 Resolution Network: Program Prabowo-Gibran Sejalan dengan Mandat Reformasi

    Jakarta – Komunitas aktivis 98 Resolution Network memperingati gerakan reformasi 1998 yang telah berusia 28 tahun. Pihaknya akan mengawal pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka supaya terus sejalan…

    Walid Daqqa: Kehidupan Paralel

    Walid Daqqa, tahanan Palestina yang mengubah puluhan tahun penjara Israel menjadi momen berpikir, kreativitas, dan cinta. Ini adalah kisah Walid Daqqa, salah satu tahanan Palestina yang paling lama mendekam di…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *