PRESIDEN Prabowo Subianto menilai sistem pertahanan negara adalah syarat utama untuk menjaga stabilitas dan kedaulatan bangsa. Prabowo menyampaikan ini dalam prosesi penyerahan alat utama sistem persenjataan atau alutsista Tentara Nasional Indonesia.
Dalam keterangan persnya, Kepala Negara secara khusus menyoroti dinamika geopolitik global yang bergejolak belakangan ini. “Kita lihat kondisi dunia, geopolitik penuh dengan ketidakpastian, dan kita tahu bahwa pertahanan syarat utama untuk stabilitas, jaminan bahwa kita bisa berdaulat,” ucap Prabowo di Base Ops Landasan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Senin, 18 Mei 2026.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Adapun deretan alat persenjataan yang diserahkan oleh Presiden Prabowo ke pihak TNI hari ini di antaranya enam pesawat Multi Role Combat Aircraft (MRCA) Rafale produksi Dassault Aviation; empat pesawat Falcon 8X produksi Dassault; satu pesawat Airbus A400M Multi Role Tanker Transport (MRTT); radar Ground Control Intervention (GCI) GM403; hingga sistem persenjataan Hammer smart weapon dan missile atau rudal meteor.
Prabowo menyebut jajaran persenjataan ini menambah alat pertahanan milik matra Angkatan Udara. Ketua Umum Partai Gerindra ini mengklaim, penambahan alutsista adalah salah satu tonggak untuk memperkuat kemampuan pertahanan nasional.
Penambahan alat pertahanan ini merupakan bagian dari program modernisasi alutsista nasional yang dilakukan Prabowo ketika menjabat sebagai Menteri Pertahanan periode 2019-2024.
Mengutip keterangan Badan Komunikasi Pemerintah RI, keberadaan jet tempur Rafale dinilai bisa meningkatkan kemampuan tempur udara Indonesia, baik dalam operasi udara-ke-udara maupun udara-ke-darat. Sementara itu, pesawat angkut Falcon 8X dianggap dapat mendukung mobilitas strategis nasional dan misi pengawasan.
Kemudian, A400M MRTT memperkuat kemampuan angkut logistik dan pengisian bahan bakar di udara untuk operasi jarak jauh. Adapun radar GCI GM403 mengemban peran dalam sistem deteksi dini dan pengendalian pertahanan udara nasional guna menjaga kedaulatan wilayah udara Tanah Air.






