INFO TEMPO – Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng memastikan penanganan dampak banjir di wilayah Ngaliyan dan Tugu terus berjalan secara bertahap dan terkoordinasi, baik dalam pembersihan kawasan terdampak maupun perbaikan infrastruktur.
Melalui Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kota Semarang, Pemkot mulai melakukan pendataan serta survei kerusakan jalan lingkungan dan fasilitas permukiman warga. Langkah ini menjadi dasar dalam menentukan prioritas dan percepatan perbaikan sesuai tingkat kerusakan di lapangan.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
“Untuk jalan lingkungan dan fasilitas permukiman warga, hari ini tim Disperkim mulai melakukan survei dan identifikasi kerusakan sebagai dasar penanganan lanjutan,” ujar Agustina, Sabtu, 16 Mei 2026.
Ia juga menanggapi video yang beredar di media sosial terkait kondisi jalan rusak pascabanjir. Menurutnya, jalan yang terlihat dalam video merupakan jalan utama yang terdampak luapan sungai sehingga membutuhkan penanganan lintas kewenangan.
“Kerusakan tersebut terjadi akibat luapan arus sungai yang berdampak langsung pada badan jalan. Karena berkaitan dengan aliran sungai dan tanggul, penanganannya dilakukan melalui koordinasi bersama Balai Besar Wilayah Sungai Pemali Juana dengan dukungan teknis dari Dinas Pekerjaan Umum Kota Semarang,” jelasnya.
Agustina menegaskan bahwa penanganan dibagi sesuai kewenangan agar lebih cepat dan tepat sasaran. Disperkim berfokus pada perbaikan jalan lingkungan dan kawasan permukiman warga, sementara penanganan jalan utama dilakukan melalui koordinasi dengan BBWS dan DPU.
Meski demikian, seluruh jajaran Pemkot tetap bergerak bersama di lapangan untuk memastikan penanganan berjalan terpadu. Selain pembersihan lumpur dan sampah, percepatan perbaikan infrastruktur terus dikebut agar akses dan aktivitas masyarakat segera pulih.
“Yang terpenting bagi kami saat ini adalah memastikan warga tetap terlayani dan seluruh penanganan berjalan secepat mungkin sesuai kondisi di lapangan,” pungkasnya.(*)






