Dudung Pastikan 2 SPPG yang Disidak di Jakbar Kena Suspend Akibat Tak Layak

Jakarta – Kepala Kantor Staf Presiden Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman mengungkap langkah tegas terhadap 2 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di kawasan Kebon Jeruk dan Grogol Petamburan, Jakarta Barat, ditemukan tak layak dari hasil sidaknya. Dudung memastikan Badan Gizi Nasional (BGN) telah memberikan sanksi penghentian sementara (suspend) kepada kedua penyedia makanan tersebut.

“Jadi memang menurut saya itu tidak layak dan itu oleh kepala BGN langsung direspon, sehingga di-suspend saya lihat itu,” kata Dudung dalam keterangannya, Kamis (14/5/2026).

Langkah penertiban ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang menargetkan agar anak-anak penerima program MBG benar-benar mendapatkan makanan yang bersih, sehat, dan bergizi. Dudung menyatakan komitmennya untuk terus melakukan pengecekan ke berbagai daerah lain, menyusul adanya laporan ketidaksesuaian standar di beberapa wilayah.

“Nah ini yang saya sidak dan saya akan cek ke beberapa daerah. Saya mendengar di Jawa Tengah, di Jawa Barat ada hal-hal yang prosesnya dari mulai penentuan titik sampai kepada proses pembuatan makanan, pengiriman dan sebagainya. Ini tidak sesuai dengan standar,” ungkapnya.

Meski banyak tantangan, ia mengapresiasi upaya BGN yang terus berbenah secara maksimal untuk mengatasi berbagai ketimpangan yang terjadi di lapangan. Dudung memberikan peringatan keras kepada pihak yayasan maupun investor pengelola SPPG agar tidak menjadikan program ini semata-mata sebagai ladang bisnis tanpa memperdulikan standar kualitas gizi.

“Saya sudah komunikasi dengan Pak Dadan agar diantisipasi kepada yayasan maupun investor yang segala rupanya ingin mengambil suatu keuntungan, ini agar betul-betul diwaspadai,” ujarnya.

Dudung berharap agar para penyedia MBG memprioritaskan keselamatan dan masa depan generasi penerus bangsa. “Ya saya sampaikanlah kepada yayasan-yayasan yang mendirikan untuk membuat MBG dan sebagainya, ya tolonglah berpikir untuk memajukan bangsa, ini anak-anak kita kasihan. Tidak semudah kemudian orang seakan-akan, yang penting ada dapat keuntungan dari uang itu,” tambahnya.

Pengawasan ketat ini juga difokuskan untuk mencegah timbulnya hal-hal negatif yang membahayakan kesehatan anak, seperti insiden keracunan makanan. KSP bersama BGN akan terus bersinergi melakukan penindakan.

“Hal-hal ini saya akan terus-menerus, tentunya bersama-sama juga dengan BGN untuk menjaga hal-hal yang memang kurang baik,” tutup Dudung.

Sidak itu dilakukan pada Selasa (12/5/2026) pagi. Dalam sidak tersebut, Dudung menemukan beberapa kondisi yang dinilai tidak sesuai standar, antara lain area dapur yang kotor, keberadaan belatung, pallet yang tidak memenuhi standar sehat, tempat pencucian yang tidak layak, ruangan dapur yang panas, serta area dapur kering, penyimpanan basah, dan gudang kering yang masih bercampur. (eva/idh)

  • Related Posts

    Perpustakaan MPR RI Dorong Kreativitas Pegawai Lewat Seni Terrarium

    Jakarta – Perpustakaan MPR RI berkolaborasi dengan Terramori menggelar kegiatan Literasi Kreatif dengan tema ‘Terrarium: Pohon Sukun, Pengasingan, dan Benih Pancasila’ di Ruang Perpustakaan MPR RI, Gedung Nusantara IV, Kompleks…

    Xi Jinping menyambut Donald Trump dengan upacara menjelang pertemuan berisiko tinggi

    Umpan Berita Presiden Tiongkok Xi Jinping menyambut Presiden AS Donald Trump di Beijing untuk pembicaraan tingkat tinggi. Tarif, persaingan teknologi, perang AS-Israel terhadap Iran, dan Taiwan semuanya menjadi agenda kunjungan…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *