Kapal Angkut 37 WNI Tenggelam di Perak Malaysia, 7 Orang Tewas

Jakarta – Kapal yang membawa 37 warga negara Indonesia (WNI) tenggelam di perairan Pulau Pangkor, negara bagian Perak, Malaysia. Sebanyak 7 orang dilaporkan tewas.

Direktur Pelindungan WNI Kemlu RI Heni Hamidah menyampaikan ada 23 berhasil diselamatkan dari insiden kapal tenggelam pada Senin (11/5) pagi waktu setempat. Selain 7 orang tewas, sebanyak 7 orang lainnya belum ditemukan.

“Dari 14 WNI yang sebelumnya dalam proses pencarian, 7 orang telah ditemukan meninggal dunia, dan jasadnya saat ini berada di RS di Perak untuk proses identifikasi dan penanganan lebih lanjut oleh otoritas setempat,” kata Heni dalam keterangan tertulis, dilansir Antara, Rabu (13/5/2026).

Kini korban hilang masih dalam pencarian oleh otoritas SAR Malaysia. Kemlu RI akan mengirim tim untuk melakukan penelusuran keluarga korban yang diduga berasal dari Sumatera Utara.

Sebagian besar dari para WNI korban kecelakaan kapal tersebut tidak membawa dokumen perjalanan yang sah. Hal itu dilakukan untuk proses identifikasi korban.

“Hal tersebut untuk keperluan identifikasi korban yang selamat dan meninggal, serta pembuatan dokumen terkait untuk penanganan selanjutnya,” tutur Heni.

Ia memastikan KBRI Kuala Lumpur terus berkoordinasi dengan kepolisian maritim Malaysia untuk penanganan para WNI korban kapal tenggelam. KBRI juga akan memberikan fasilitasi kekonsuleran serta dokumen perjalanan bagi para WNI yang selamat sesuai kebutuhan, kata dia.

Dengan terjadinya insiden ini, Direktur PWNI Kemlu RI kembali mengimbau masyarakat agar tidak menggunakan jalur non-prosedural atau ilegal untuk bepergian atau bekerja ke luar negeri.

Dijelaskan bahwa 23 WNI korban kecelakaan kapal yang bisa dievakuasi oleh tim SAR Malaysia terdiri dari 16 laki-laki dan tujuh perempuan, Mereka berusia 21-48 tahun.

Seluruh korban selamat telah dibawa ke Markas Operasi Pasukan Polis Marin Kampung Acheh, Perak, sebelum diserahkan kepada otoritas berwenang untuk penanganan lebih lanjut.

Menurut pernyataan otoritas maritim Malaysia, para korban diduga berangkat dari Kisaran, Sumatera Utara, Indonesia, pada Sabtu (9/5) menuju Malaysia, dengan tujuan akhir mereka diperkirakan meliputi Pulau Pinang, Terengganu, Selangor, dan Kuala Lumpur. (dek/dek)

  • Related Posts

    Nyanyian pro-Palestina mengganggu kinerja Eurovision Israel

    Umpan Berita Pertunjukan Eurovision Israel terganggu oleh protes keras pro-Palestina selama semifinal Wina, dengan nyanyian yang mengutuk perang Israel di Gaza terdengar di seluruh arena. Keamanan mengusir beberapa demonstran dari…

    Tindaklanjuti Arahan Prabowo, BRIN-Rosatom Perkuat Kerja Sama Nuklir Damai

    Jakarta – Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Arif Satria menerima kunjungan Direktur Jenderal Rosatom Rusia Alexey Likhachev dalam rangka mendalami potensi pengembangan nuklir baik untuk energi maupun non…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *