Jason Collins, pemain NBA aktif gay pertama, meninggal pada usia 47 tahun

Pusat dengan tinggi badan 213cm tersebut, yang secara terbuka menyatakan dirinya sebagai gay pada tahun 2013, sedang berjuang melawan tumor otak.

Jason Collins, pemain aktif gay pertama di National Basketball Association (NBA), meninggal dunia pada usia 47 tahun setelah berjuang melawan kanker.

“Kami sedih mengetahui bahwa Jason Collins, suami, putra, saudara laki-laki dan paman kami tercinta, telah meninggal setelah berjuang keras melawan glioblastoma,” kata keluarga tersebut dalam sebuah pernyataan pada hari Selasa.

Cerita yang Direkomendasikan

daftar 4 barang

daftar akhir

Collins mengungkapkan pada bulan September bahwa dia sedang menjalani perawatan untuk tumor otak dan kemudian mengungkapkan bahwa dia menderita glioblastoma stadium empat, suatu bentuk kanker otak yang agresif.

Pria setinggi 7 kaki (2,13 meter) ini menjadi berita utama pada tahun 2013 ketika ia menjadi atlet pria aktif pertama di salah satu dari empat liga olahraga profesional utama Amerika Utara yang secara terbuka menyatakan dirinya sebagai gay.

Center ini memainkan 13 musim di NBA. Dia terpilih ke-18 secara keseluruhan oleh Houston Rockets pada draft 2001, kemudian dinobatkan ke New Jersey Nets pada draft night. Dia juga pernah bertugas dengan Memphis Grizzlies, Minnesota Timberwolves, Atlanta Hawks, Boston Celtics dan Washington Wizards.

Collins membantu Nets mencapai Final NBA berturut-turut pada tahun 2002 dan 2003 bersama rekan satu tim Jason Kidd dan Richard Jefferson.

Setelah esai orang pertama di Sports Illustrated mengungkapkan bahwa dia gay, Collins menerima dukungan luas di dunia olahraga, termasuk dari Presiden Amerika Serikat saat itu Barack Obama.

“Jason mengubah hidup dengan cara yang tidak terduga dan menjadi inspirasi bagi semua orang yang mengenalnya dan mereka yang mengaguminya dari jauh,” kata keluarganya. “Keluarga kami akan sangat merindukannya.”

Arn Tellem, mantan agen Collins dan wakil ketua Detroit Pistons saat ini, mengatakan keputusannya untuk mengubah hidup.

“Warisan Jason berdiri sebagai mercusuar bagi toleransi, martabat, rasa hormat, inklusi, kasih sayang, dan pengertian,” kata Tellem dalam sebuah pernyataan. “Dia meninggalkan dunia ini lebih baik daripada saat dia ditempatkan.”

Jason Collins beraksi.
Jason Collins bermain untuk enam tim berbeda di NBA, mencapai final pada dua kesempatan [File: Mark J Rebilas/USA TODAY Sports via Reuters]
  • Related Posts

    MPR Bakal Tunjuk Juri Independen untuk LCC di Kalbar

    HASIL rapat pimpinan Majelis Permusyawaratan Rakyat atau MPR pada Rabu, 13 Mei 2026 menghasilkan sejumlah poin keputusan terhadap penyelenggaraan lomba cerdas cermat atau LCC MPR yang dihelat di Kalimantan Barat.…

    Ocha dkk Peserta Cerdas Cermat MPR Dapat Tips Debat dari Wapres Gibran

    Jakarta – Tim SMAN 1 Pontianak peserta Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR bertemu dengan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Salah satu peserta, Josepha Alexandra atau Ocha, mengaku mendapat…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *