Saksi Bisu Tragedi Kecelakaan KA di Bekasi

Bekasi

Kecelakaan kereta api (KA) Argo Bromo dengan KRL Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur menyisakan duka mendalam. Insiden itu tidak hanya menimbulkan korban jiwa, tetapi juga meninggalkan jejak pilu bagi sejumlah orang.

Dirangkum detikcom, Kamis (30/4/2026), gerbong wanita KRL Commuter Line menjadi saksi bisu dari insiden tabrakan itu. Gerbong wanita itu hancur dan kini sudah dievakuasi dari rel di Stasiun Bekasi Timur.

Rel itu dievakuasi hari ini pukul 09.15 WIB, gerbong wanita tersebut diletakkan di pinggir rel di atas saluran air. Gerbong tersebut tertutup terpal warna biru yang diikat menggunakan tali putih.

Sebagian badan gerbong masih bisa terlihat. Tampak kerusakan di beberapa bagian, terutama di ujung belakang yang menjadi titik tabrakan dengan Argo Bromo.

Sementara sisa-sisa patahan gerbong juga masih terlihat di lokasi. Seperti patahan AC yang menempel di atas gerbong hingga kepingan-kepingan bagian lainnya.

Untuk membatasi gerbong tersebut dengan rel, terdapat juga beberapa bilah bambu yang ditancapkan untuk menahan gerbong. Terpasang juga garis kuning atau police line sebagai tanda agar tidak sembarang orang bisa menjangkau gerbong KRL tersebut.

Barang Bawaan Korban

Barang-barang bawaan korban yang juga menjadi saksi bisu dikumpulkan di layanan lost and found oleh KAI. Barang tersebut didata dan dikelola bersama pihak kepolisian.

“KAI juga menyampaikan bahwa barang-barang milik pelanggan yang ditemukan di lokasi kejadian telah diamankan dan saat ini berada di layanan lost and found. Pendataan dan pengelolaan barang tersebut dilakukan secara terkoordinasi bersama pihak kepolisian untuk mendukung proses identifikasi dan kebutuhan penanganan lebih lanjut,” ujar VP Corporate Communication KAI Anne Purba dalam keterangan tertulis, Selasa (28/4).

KAI juga menyiapkan posko tanggap darurat dan posko informasi di Stasiun Bekasi Timur. Dia mengatakan posko disiapkan untuk mempermudah keluarga korban memperoleh informasi terkait korban dan penumpang.

“Keluarga dapat menghubungi Contact Center KAI 121,” ujar Anne.

Salah satu barang korban yang sudah diambil keluarga ada cooler bag. Barang itu milik seorang ibu bernama Tutik.

Cooler bag atas tas pendingin itu biasanya dipakai seorang ibu untuk menyimpan ASI sementara. Cooler bag itu menjadi jejak terakhir yang tersisa.

Stasiun Bekasi Timur Belum Normal

Untuk saat ini, Anne mengatakan Stasiun Bekasi Timur belum melayani naik dan turun penumpang untuk sementara. Perjalanan KRL dilayani hingga Stasiun Bekasi, sementara jalur hilir telah dibuka untuk operasional kereta api dengan pengaturan terbatas.

“Kami menyampaikan dukacita yang mendalam kepada korban meninggal dunia dan keluarga yang ditinggalkan, serta kepada seluruh pelanggan yang terdampak. Fokus kami saat ini adalah memastikan setiap korban mendapatkan penanganan terbaik, keluarga memperoleh informasi yang dibutuhkan, dan seluruh proses berjalan dengan kehati-hatian serta koordinasi yang kuat,” jelas Anne.

(zap/isa)

  • Related Posts

    Prabowo Lempar Canda ke Menteri Trenggono: Nggak Boleh Pingsan Lagi

    Jakarta – Presiden Prabowo Subianto sempat melempar candaan ke Menteri Kelautan dan Perikanan (KP) Sakti Wahyu Trenggono. Ia berkelakar kepada Trenggono untuk tidak pingsan lagi. Momen itu terjadi saat Prabowo…

    Tersangka Penganiayaan Bayi di Daycare Banda Aceh Jadi 3 Orang

    Banda Aceh – Tersangka penganiayaan bayi di tempat penitipan anak atau daycare Baby Preneur di Banda Aceh, Aceh, bertambah. Saat ini, polisi sudah menetapkan 3 tersangka. “Dua pengasuh anak ditetapkan…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *