Komnas HAM Tunggu Jadwal dari TNI untuk Periksa 4 Tersangka Kasus Andrie Yunus

Jakarta

Komnas HAM menyebut belum ada konfirmasi kehadiran dari empat prajurit TNI tersangka kasus penyiraman air keras ke aktivis KontraS, Andrie Yunus. Komnas HAM masih menunggu jadwal pemeriksaan terhadap keempat tersangka.

“Belum (konfirmasi kehadiran). Belum dapat jadwal dari pihak TNI, kita masih menunggu,” kata Komisioner Pemantauan dan Penyelidikan Komnas HAM, Saurlin P. Siagian saat dihubungi, Jumat (10/4/2026).

Saurlin belum memerinci apa saja yang nantinya akan didalami dari pemeriksaan para tersangka. Dia mengatakan pihaknya masih menunggu kehadiran para tersangka.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“Belum bisa kita share substansinya. (rencana tindak lanjut) kita lihat dan tunggu aja dulu,” ujarnya.

Sebelumnya, Komnas HAM mengatakan pihaknya berencana meminta keterangan kepada empat anggota TNI tersangka penyiram air keras terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus. Komnas HAM akan melakukan pendalaman barang bukti.

“Komnas HAM berencana meminta keterangan kepada keempat orang tersangka dan pihak lainnya, meminta keterangan ahli, melakukan pendalaman barang bukti,” kata komisioner Komnas HAM, Saurlin P Siagian, kepada wartawan, Jumat (3/3).

Untuk memeriksa keempat prajurit TNI ini, Komnas HAM juga bersurat ke TNI.

Seperti diketahui, Andrie Yunus menjadi korban penyiraman air keras pada Kamis (12/3) malam. Puspom TNI kemudian menangkap empat orang yang diduga sebagai pelaku penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus. Keempatnya diketahui merupakan anggota Denma Bais TNI dari matra Angkatan Laut (AL) dan Angkatan Udara (AU).

“Kami sampaikan bahwa keempat yang diduga pelaku ini semuanya anggota dari Denma Bais TNI, bukan dari satuan mana-mana, tapi dari Denma Bais TNI,” kata Danpuspom TNI Mayor Jenderal TNI Yusri Nuryanto saat konferensi pers di Mabes TNI, Jakarta, Rabu (18/3).

Kondisi Terkini Andrie Yunus

Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) Andrie Yunus masih dirawat intensif di RSUP Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM). Pihak RSCM mengungkapkan kondisi luka bakar yang dialami Andrie Yunus menunjukkan perbaikan yang signifikan.

“Luka bakar yang dialami pasien telah mengalami perbaikan yang signifikan, dengan sebagian besar area luka telah ditangani melalui tindakan tandur atau cangkok kulit,” kata Manajer Hukum dan Humas RSCM, Yoga Nara, dalam keterangannya dilansir Antara, Kamis (9/4/2026).

Pada Selasa (7/4), Andrie Yunus kembali menjalani tindakan operasi untuk membersihkan sisa jaringan kulit mati di area leher belakang serta dilakukan cangkok kulit lanjutan guna mendukung proses penyembuhan yang optimal. Pihak RS juga menangani kondisi mata Andrie Yunus akibat paparan air keras.

“Terkait kondisi mata, saat ini masih dalam tahap penanganan lanjutan. Bola mata ditutup menggunakan jaringan selaput (tenon dan konjungtiva), serta dilakukan penjahitan sementara pada kelopak mata untuk melindungi struktur bola mata dan mempercepat proses penyembuhan,” ujar Yoga.

“Hasil pemeriksaan ultrasonografi (USG) menunjukkan bahwa dinding bagian belakang bola mata masih dalam kondisi utuh,” tambah dia.

Rencananya, penutupan mata itu dilakukan selama kurang lebih empat hingga enam bulan, dengan evaluasi berkala menggunakan USG mata untuk memantau perkembangan secara menyeluruh.

(dcom/dcom)

  • Related Posts

    Remaja Tewas Tenggelam Saat Berenang di Kali Ciesek Bogor

    Bogor – Seorang remaja laki-laki berusia 14 ditemukan tidak bernyawa di Kali Ciesek, Kecamatan Megamendung, Bogor, Jawa Barat. Korban meninggal dunia usai tenggelam. Staf Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bogor,…

    Sederet Pernyataan Prabowo soal Produksi Mobil Sedan Listrik

    PRESIDEN Prabowo Subianto mengatakan Indonesia akan memproduksi mobil sedan berbasis listrik secara massal pada 2028. Kepala negara menyampaikan rencana ini dalam sambutannya ketika meresmikan pabrik perakitan kendaraan komersial berbasis listrik…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *