Departemen Kehakiman AS membuka penyelidikan terhadap NFL atas praktik anti persaingan

Departemen Kehakiman AS sedang menyelidiki NFL di tengah kekhawatiran tentang penjualan siaran ke streamer.

Departemen Kehakiman Amerika Serikat ⁠telah membuka ⁠investigasi mengenai apakah National Football League (NFL) terlibat dalam taktik antikompetitif yang merugikan konsumen, menurut sumber yang mengetahui masalah tersebut.

Pemilik stasiun penyiaran besar, regulator dan senator Amerika Serikat di masa lalu telah menyuarakan kesulitan yang dihadapi konsumen dalam menonton pertandingan olahraga dan meningkatkan tren penjualan hak siar ⁠kepada streamer.

Cerita yang Direkomendasikan

daftar 4 barang

daftar akhir

Sifat dan cakupan keseluruhannya belum dapat dipastikan.

Namun, NFL mengatakan dalam sebuah pernyataan pada hari Kamis bahwa lebih dari 87 persen pertandingannya disiarkan di TV siaran gratis dan semua pertandingan disiarkan di televisi siaran gratis ‌di pasar tim yang berpartisipasi.

Departemen Kehakiman tidak segera menanggapi permintaan komentar Reuters. The Wall Street Journal pertama kali melaporkan berita tersebut, sementara The Associated Press mengidentifikasi sumbernya adalah “pejabat pemerintah”.

Pada bulan Februari, Komisi Komunikasi Federal melakukan pengamatan terhadap semakin lamanya siaran olahraga langsung dari jaringan siaran ke TV berbayar dan layanan berlangganan, dengan meminta komentar mengenai tindakan yang “dapat diambil oleh lembaga tersebut untuk memastikan akses berkelanjutan bagi pemirsa untuk menonton siaran langsung olahraga melalui TV siaran langsung gratis.”

Sebagai tanggapannya, pemilik stasiun penyiaran besar bulan lalu mendesak ⁠ regulator untuk mengatasi tren perusahaan-perusahaan Teknologi Besar yang memperoleh hak untuk menyiarkan sepak bola, pembakaran, dan acara olahraga lainnya, dengan mengatakan hal itu dapat menyiarkan berita TV lokal.

FCC mengatakan banyak acara olahraga yang sebelumnya tersedia ⁠melalui siaran gratis atau paket TV kabel tradisional kini hanya tersedia melalui streaming berlangganan mandiri, yang telah membuat banyak kekecewaan ⁠penggemar olahraga.

Tahun lalu, pertandingan NFL ditayangkan di 10 layanan berbeda, ⁠kata FCC, mengutip perkiraan bahwa konsumen dapat mengeluarkan biaya lebih dari $1.500 untuk menonton semua pertandingan.

Pada bulan Maret, Senator AS Mike Lee mengajukan surat kepada Departemen Kehakiman dan Komisi Perdagangan Federal yang meminta peninjauan mengirimkan antimonopoli untuk urusan NFL dengan platform streaming.

Undang-undang tahun 1961 mengundang liga olahraga besar dari undang-undang antimonopoli dan mengizinkan mereka menggabungkan hak televisi masing-masing tim dan menjual hak tersebut sebagai satu paket.

  • Related Posts

    Patgulipat Pengadaan Minyak Bikin Riza Chalid 2 Kali Jadi Tersangka Kejagung

    Jakarta – Nama pengusaha Mohammad Riza Chalid (MRC) kembali mencuat. Dia baru saja ditetapkan tersangka oleh Kejagung dalam kasus dugaan korupsi pengadaan minyak di Pertamina Energy Trading Limited (Petral) periode…

    Kata Prabowo soal Indonesia Mungkin Tak Akan Impor BBM Lagi

    Jakarta – Presiden RI Prabowo Subianto berbicara kemungkinan Indonesia tidak akan mengimpor BBM dalam beberapa tahun ke depan. Hal itu sejalan dengan rencana pemerintah menutup sejumlah pembangkit listrik tenaga diesel…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *