PRESIDEN Prabowo Subianto meyakini Indonesia tak akan mengimpor bahan bakar minyak atau BBM dalam tiga tahun mendatang. Prabowo menyampaikan ini dalam acara peresmian pabrik perakitan kendaraan komersial berbasis listrik milik PT VKTR Sakti Industries di Magelang, Jawa Tengah.
Prabowo mematok target ini seiring rencana peralihan dari energi fosil menuju energi baru terbarukan. “Mungkin dua-tiga tahun lagi tidak perlu impor BBM sama sekali. Kita punya kekuatan besar. Kita sungguh-sungguh, kita akan mandiri, kuat, dan akan berdiri di atas kaki kita sendiri,” ucap Prabowo pada Kamis, 9 April 2026, sebagaimana disiarkan melalui YouTube Sekretariat Presiden.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Untuk mengurangi ketergantungan pada BBM sekaligus memastikan kemandirian energi nasional, Prabowo menargetkan pembangunan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) dengan kapasitas mencapai 100 gigawatt dalam dua tahun. Pemerintah sebelumnya juga mendorong transisi energi melalui pengembangan energi baru terbarukan guna menekan impor dan memperkuat ketahanan energi nasional.
Adapun langkah elektrifikasi ini diikuti dengan rencana penutupan 13 pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) milik PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) alias PLN. “Nanti tidak boleh ada lagi pembangkit listrik menggunakan diesel, menggunakan solar. Tidak,” ucap Prabowo.
Menurut Mantan Menteri Pertahanan ini, penutupan PLTD akan berdampak signifikan terhadap penghematan energi nasional. Prabowo mengklaim langkah itu dapat mengurangi konsumsi hingga 200 ribu barel minyak per hari atau menghemat hingga 20 persen impor BBM. “Kita masih perlu impor sekarang ini satu juta barel sehari. Dengan menutup PLTD, kita menghemat langsung 20 persen,” tutur dia.






