Jakarta –
Video seorang penumpang memaksa masuk kereta rel listrik (KRL) yang sudah penuh viral di media sosial (medsos). Penumpang tersebut lalu ditarik petugas demi keselamatan penumpang tersebut dan penumpang lainnya.
Namun, penumpang tersebut justru mengamuk ketika ditarik turun dari KRL oleh petugas keamanan. Penumpang itu sempat menarik topi petugas hingga sempat terus berusaha maju ke KRL walau posisi pintu sudah tertutup.
Penuhnya gerbong KRL tersebut bahkan sampai membuat objek yang dibawa penumpang lain terjepit di pintu KRL. Peristiwa itu terjadi di gerbong 1 KRL yang hendak berangkat dari Stasiun Manggarai, Jakarta Selatan (Jaksel) pada Selasa (7/4).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat itu sejumlah penumpang wanita lain ikut mengingatkan. Sejumlah penumpang wanita lain juga terlihat heran dan menggelengkan kepala melihat peristiwa itu.
Manager Corporate Communication KAI Services, Nyoman Suardhita, mengatakan keselamatan penumpang tidak dapat ditawar dan menjadi prioritas utama dalam setiap layanan. Petugas satuan keamanan KAI Services dalam menjalankan tugasnya senantiasa mengutamakan keselamatan penumpang baik ketika berada dalam perjalanan maupun saat berada di stasiun.
“Kondisi ini tidak hanya berpotensi mengganggu operasional perjalanan, tetapi juga membahayakan keselamatan penumpang itu sendiri maupun pengguna lainnya,” kata Nyoman, Kamis (9/4/2026).
Petugas pengamanan dari KAI Commuter Indonesia (KCI) itu tetap berjaga di peron hingga kereta melaju meninggalkan stasiun. Aksi tegas yang dilakukan petugas keamanan ini mendapat apresiasi dari penumpang dan netizen yang melihat video viral tersebut.
Nyoman menambahkan, seluruh petugas KAI Services telah dibekali dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang jelas dalam menangani kepadatan penumpang, termasuk melakukan pengaturan dan imbauan secara persuasif namun tegas. KAI mengingatkan penumpang untuk tertib dan saling menjaga keselamatan bersama.
“Kami sangat menyayangkan adanya penumpang yang tetap memaksakan diri untuk naik ke dalam KRL yang sudah penuh serta tidak mengindahkan arahan petugas,” ucapnya.
(jbr/mei)






