99,29 Persen SPBU Pulih, Pasokan BBM Lancar Jaya di Daerah Pascabencana Sumatra

INFO TEMPO – Di bawah koordinasi Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR), pemulihan  pascabanjir di Sumatra bergerak cepat. Dari 704 SPBU terdampak, tersisa 5 unit atau 0,71 persen yang belum beroperasi.

Pencapaian ini tidak datang sekonyong-koyong, melainkan hasil dari respons cepat seluruh kementerian dan lembaga selama masa tanggap darurat. Sebanyak 699 SPBU yang terdampak bahkan sudah kembali beroperasi, kini hanya tersisa 5 SPBU yang belum pulih,  seluruhnya berada di Provinsi Aceh.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Provinsi Serambi Mekkah ini memang menjadi daerah yang terdampak paling signifikan. Ada 156 SPBU yang terdampak banjir, dan telah 151 yang sudah beroperasi. Data Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatra per Selasa, 7 April 2025 mencatat, 5 SPBU tersebut sulit kembali dioperasionalkan karena terkendala oleh akses jalan.

Menghadapi persoalan ini, Satgas PRR tak cuma menunggu bola. Dipimpin Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, telah disiapkan 8 SPBU alternatif yang tersebar di Kabupaten Aceh Tengah, meliputi Kecamatan Bebesen, Silih Nara, Jagong Jeget, Bintang, Rusip Antara, dan Linge.

Untuk kebutuhan memasak sehari-hari, masyarakat Aceh juga tidak perlu khawatir. Sebanyak 11 Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) telah berfungsi sepenuhnya, begitu pula dengan 131 agen LPG yang kini sudah dapat diakses 100 persen.

Capaian prestisius datang dari Sumatera Utara. Baik untuk kebutuhan minyak maupun gas, masyarakat kini dapat bernapas lega. Berdasarkan data Satgas PRR, seluruh fasilitas yang terdampak, terdiri dari 406 SPBU, 46 SPBE, dan 383 unit agen LPG kini telah kembali berfungsi dan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat.

Memang, jalur distribusi dari fasilitas penyimpanan atau Fuel Terminal (FT) Sibolga menuju Kabupaten Humbang Hasundutan, Tapanuli Utara, Toba, dan Mandailing Natal di wilayah pantai barat masih terputus. Namun demikian, pasokan tetap terjaga karena dialihkan melalui FT Dumai, Siantar, dan Teluk Kabung. 

Sementara itu, untuk wilayah Kota Sibolga, Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, Padang Sidempuan, Padang Lawas, Padang Lawas Utara, serta sebagian Mandailing Natal, distribusi sudah kembali normal dan dilayani dari FT Sibolga.

Setali tiga uang dengan Provinsi Sumatera Barat. Dari total 147 SPBU, 14 SPBE, dan 172 agen LPG, seluruhnya kini telah beroperasi 100 persen. Distribusi dilakukan melalui jalur alternatif Sitinjau Lauik, menyusul terputusnya akses dari Fuel Terminal Teluk Kabung di jalur Lembah Anai dan Malalak.

Adapun berfungsi atau tidaknya SPBU merupakan salah satu indikator pemulihan. Karena itu, Satgas PRR akan bekerja keras mengoperasikan hingga 100 persen agar kehidupan masyarakat kembali menjadi normal. “Kalau listrik, BBM, dan komunikasi sudah jalan, pemerintahan dan ekonomi akan lebih cepat pulih,” kata Tito pada Januari lalu. (*)

  • Related Posts

    Foto: NASA merilis gambar 'Earthset' yang diambil oleh kru Artemis

    Foto ‘Earthset’ NASA baru dari Artemis II menggemakan ikon “Earthrise” Apollo 8 dalam penerbangan bersejarah ke bulan. Earthset ditangkap melalui jendela pesawat ruang angkasa Orion pada 6 April 2026, saat…

    Reaksi dunia terhadap serangan 'brutal' Israel di Lebanon setelah gencatan senjata AS-Iran

    Pasukan Israel telah melakukan pemboman yang menghancurkan Libanonmembuang ratusan orang, beberapa jam setelah gencatan senjata dua minggu diumumkan di Perang Amerika Serikat-Israel melawan Iran. Pertahanan Sipil Lebanon menyebutkan sedikitnya 254…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *