Jabar Bakal Bangun 2 PSEL di Kabupaten Bandung Barat dan Kota Bogor

Jakarta

Pemprov Jawa Barat menandatangani MoU terkait rencana pembangunan dua pembangkit listrik energi sampah (PSEL). Kedua PSEL itu akan dibangun di Kabupaten Bandung Barat dan Kota Bogor.

Penandatanganan ini dilakukan oleh Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi bersama delapan wali kota/bupati, mulai Wali Kota Bogor, Wali Kota Depok, Wali Kota Bandung, Wali Kota Cimahi, Bupati Bandung, Bupati Bandung Barat, Bupati Purwakarta, dan Bupati Cianjur di ruang Command Center Menara Selatan Plaza Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (7/6/2026). Penandatanganan ini disaksikan langsung oleh Menteri Lingkungan Hidup (LH) Hanif Faisol Nurofiq.

Gubernur Jabar Dedi Mulyadi menyampaikan penandatanganan ini dilakukan atas arahan Presiden Prabowo Subianto. Dia mengatakan dua lokasi di Jabar yang akan dijadikan sebagai PSEL di Surimukti, Kabupaten Bandung Barat, dan Kayumanis, Tanahsareal, Kota Bogor.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dedi Mulyadi juga menjelaskan, selama ini penanganan sampah menimbulkan anggaran yang besar. Dia pun berharap dua titik lokasi pengelolaan sampah di Jabar ini bisa menekan alokasi anggaran.

“Dengan dialokasikan untuk dua tempat di Bogor dan di Kabupaten Bandung Barat, maka nanti efektivitasnya fokus Kabupaten Kota itu hanya pada dua menurut saya,” kata Dedi Mulyadi.

“Yang pertama adalah petugas kebersihan penyapu, yang kedua transporter yang mengangkut. Bahkan bisa dipihakketigakan agar lebih efisien. Nah, ini akan meringankan kita dalam kegiatan-kegiatan pengelolaan birokrasi sehingga alokasinya bisa digeser untuk kepentingan infrastruktur yang lainnya,” sambungnya.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri LH Hanif Faisol memandang, penandatanganan nota kesepahaman ini merupakan langkah cepat yang dilakukan oleh pemda Jabar dalam menindaklanjuti arahan Presiden Prabowo Subianto dalam penanganan sampah.

“Kami mengucapkan banyak-banyak terima kasih atas respon yang sangat cepat dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan seluruh Kabupaten Kota-nya atas arahan yang terhormat Bapak Presiden Prabowo Subianto untuk melakukan penanganan pengelolaan sampah menjadi energi yang terbarukan atau energi-energi listrik atau kita sebutnya PSEL atau post-waste to energy,” kata Menteri Hanif seusai penandatanganan.

Hanif menyampaikan Presiden melalui Peraturan Presiden nomor 109 telah menggariskan bahwa, kota-kota atau aglomerasi kota-kota yang timbunan sampahnya melebih seribu ton per hari untuk segera melakukan penyelesaian melalui pendekatan teknologi waste to energy. Dia mengatakan pemda Jabar pun langsung menindaklanjuti perintah tersebut.

“Hari ini kita bersama-sama menyaksikan penandatanganan yang dipimpin langsung oleh Bapak Gubernur Jawa Barat yang diikuti oleh 8 dari bupati/wali kota se-Jawa Barat, terbagi atas dua aglomerasi, yaitu aglomerasi Bandung Raya kemudian aglomerasi Bogor-Depok. Jadi ada 2 aglomerasi yang hari ini ditandatangani oleh 8 wali kota/bupati yang dipimpin langsung oleh Bapak Gubernur Jawa Barat,” jelas Hanif.

Hanif pun berharap dengan penandatangan yang telah terlaksana ini bisa dilanjutkan dengan segera melengkapi berkas-berkas dan memasuki tahap selanjutnya, yakni penyerahan ke pihak Danantara sebagaimana yang dipesankan Presiden. Dia menyebut permasalahan sampah betul-betul menjadi hal serius dipikirkan oleh Presiden.

“Kemudian juga akan menjadi semangat kita semua bahwa penyelesaian sampah ini benar-benar mendapat perhatian serius dari Bapak Presiden. Tidak tanggung-tanggung Bapak Presiden telah mengeluarkan Peraturan Presiden Nomor 109 Tahun 2025 tentang pengelolaan sampah menjadi energi listrik salah satunya,” tutur Hanif.

Saksikan Live DetikSore :

(kuf/azh)

  • Related Posts

    Literasi Jadi Tantangan Utama Siswa di TKA SMP

    PELAKSANAAN Tes Kemampuan Akademik (TKA) menghadirkan tantangan baru bagi guru dan siswa. Soal-soal yang panjang dan kompleks menuntut kemampuan membaca dan memahami teks, sementara guru harus mencari cara agar siswa…

    Menhaj Ungkap Pesan Prabowo agar Kenaikan Avtur Tak Tambah Beban Jemaah Haji

    Jakarta – Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) Mochamad Irfan Yusuf atau Gus Irfan mengungkapkan sejumlah tantangan yang terjadi pada persiapan haji tahun ini. Salah satunya ialah kenaikan harga avtur hingga…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *