BMKG Catat 11 Gempa Susulan Usai Gempa Bitung M 7,6

KEPALA Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Teuku Faisal Fathani, mengatakan sudah terjadi 11 gempa susulan usai gempa magnitudo 7,6 yang terjadi di Bitung pada Kamis pagi, 2 April 2026.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

“Hingga pukul 07:00 WIB, hasil monitoring BMKG menunjukkan adanya 11 aktivitas gempa bumi susulan atau aftershock dengan magnitudo terbesar yaitu 5,5,” kata Faisal dalam konferensi pers daring, Kamis, 2 April 2026.

Hasil pemodelan yang dilakukan BMKG menunjukkan gempa bumi berpotensi tsunami di wilayah Kota Ternate, Halmahera, Tidore, dan Bitung. Wilayah itu berstatus siaga tsunami. Faisal mengatakan ketinggian tsunami diperkirakan 0,5 hingga 3 meter.

Hasil observasi muka air laut, tsunami terdeteksi di tiga lokasi, yaitu Halmahera Barat pukul 06:08 WIB dengan ketinggian 0,3 meter. Kemudian Bitung pada pukul 06:15 WIB pada ketinggian 0,2 meter, dan Minahasa Utara pukul 06:16 WIB dengan ketinggian 0,75 meter.

Pelaksana Tugas Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Rahmat Triyono, mengatakan pihaknya masih memonitoring terhadap gempa-gempa susulan. Rahmat mengatakan, kekuatan magnitudo 7,6 cukup signifikan sehingga ada potensi gempa susulan 

“Kami sudah koordinasi dengan beberapa UPT BMKG di wilayah terdampak. Jadi pengakhiran peringatan dini belum disampaikan. Untuk saat ini status masih siaga,” kata Rahmat. 

Rahmat menjelaskan, beberapa wilayah timur memiliki bentuk teluk yang berpotensi menyebabkan amplifikasi gelombang, walaupun tercatat di beberapa wilayah ketinggian tsunami hanya beberapa sentimeter. “Namun kalau ini masuk ke teluk, tentunya ini juga berpotensi meningkatkan ketinggian tsunami,” ujarnya. 

Gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 7,6 terjadi di Pulau Batang Dua, Ternate, Maluku Utara, pukul 05:48:16 WIB. Gempa bumi terletak pada koordinat 1,25 derajat Lintang Utara dan 126,27 derajat Bujur Timur, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 129 kilometer arah tenggara Bitung, Sulawesi Utara pada kedalaman 33 km.

BMKG merilis deteksi gempa otomatis pada 1 menit 20 detik setelah gempa terjadi. Kemudian peringatan dini pertama dikeluarkan pada 2 menit 50 detik setelah gempa terjadi.

Gempa dirasakan di Kota Ternate dengan intensitas V-VI MMI. Kemudian di Kota Manado dengan intensitas IV-V MMI. Getaran juga dirasakan di Kabupaten Bone Bolango, Gorontalo, dengan intensitas III MMI. Kabupaten Boalemo dan Pohuwato di Gorontalo juga merasakan getaran dengan intensitas II-III MMI. 

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Abdul Muhari mengatakan, berdasarkan data awal gempa menyebabkan kerusakan ringan hingga sedang di wilayah Kota Ternate. Dilaporkan satu tempat ibadah atau gereja di Kecamatan Pulau Batang Dua rusak. Kemudian dua rumah di Kelurahan Ganbesi, Kecamatan Ternate Selatan, juga mengalami kerusakan. 

Sementara di Kota Bitung, pendataan masih terus dilakukan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat.

  • Related Posts

    Dukun di Magetan Ngaku Allah Kedua, Setubuhi Istri Pasien Berkali-kali

    Jakarta – Aksi bejat dilakukan oleh seorang pria berinisial KS (40) alias Jolowos di Magetan. Ngaku-ngaku sebagai Allah, KS diduga mencabuli dan menyetubuhi istri pasiennya, LS (43), secara berulang kali…

    Kapolda Sumsel Minta Jajaran Tak Antikritik: Juragan Kita adalah Masyarakat

    Jakarta – Kapolda Sumatera Selatan (Sumsel) Irjen Sandi Nugroho mengatakan polisi harus bekerja untuk masyarakat. Dia menekankan masyarakat sebagai juragan atau atasan dari polisi. Arahan itu disampaikan Sandi dalam agenda…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *