Negara-negara Eropa mengkritik rencana hukuman mati Israel

Perancis, Jerman, Italia dan Inggris menampilkan ‘karakter de facto yang diskriminatif dalam RUU tersebut.’

Negara-negara Eropa telah menyatakan “keprihatinan mendalam” atas rencana Israel untuk memperluas penerapannya hukuman mati dalam rancangan undang-undang yang secara tidak proporsional dapat menyasar warga Palestina.

Dalam sebuah pernyataan yang disampaikan oleh Kementerian Luar Negeri Federal Jerman pada hari Minggu, menteri luar negeri Perancis, Jerman, Italia dan Inggris menyatakan “keprihatinan mendalam” atas RUU tersebut, yang akan disahkan menjadi undang-undang minggu depan.

Cerita yang Direkomendasikan

daftar 2 barang

daftar akhir

“Kami sangat khawatir dengan karakter RUU yang secara de facto diskriminatif. Penerapan RUU ini akan berisiko menimbulkan komitmen Israel sehubungan dengan prinsip-prinsip demokrasi,” ujarnya.

Pemerintah sayap kanan Israel akan mengajukan rancangan undang-undang tersebut untuk pembahasan kedua dan ketiga di Knesset, parlemen, pada hari Senin. Jika lolos, hampir pasti akan menghadapi tantangan hukum dan dibawa ke Mahkamah Agung.

Undang-undang tersebut dianggap sebagai Kebijakan genosida Israel terhadap warga Palestina di Gaza terus berlanjut, dan ketika warga Palestina di Tepi Barat yang diduduki mengalami peningkatan kekerasan militer dan pemukim Israel.

Amnesty International sebelumnya mengatakan usulan tersebut, yang didukung oleh tokoh-tokoh pemerintah, termasuk Menteri Keamanan Nasional sayap kanan Itamar Ben-Gvir, akan menjadikan hukuman mati sebagai “alat diskriminatif lain dalam sistem apartheid Israel”.

“Amandemen ini berarti bahwa hukuman yang paling ekstrim dan tidak dapat dibatalkan ditujukan untuk, dan dijadikan senjata terhadap, warga Palestina,” kata kelompok hak asasi manusia tersebut pada bulan Februari.

Pada saat itu, belasan pakar hak asasi manusia di PBB berpendapat bahwa undang-undang tersebut akan menghilangkan “kebijaksanaan peradilan dan penuntutan” dan mencegah pengadilan untuk mempertimbangkan “keadaan tertentu, termasuk faktor-faktor yang meringankan, dan menjatuhkan hukuman yang proporsional sesuai dengan kejahatannya”.

Juga pada hari Minggu, Ketua Dewan Eropa Alain Berset mengeluarkan seruan kepada Israel atas rencana undang-undang tersebut. “Dewan Eropa menentang hukuman mati di semua tempat dan dalam keadaan apa pun,” katanya, melemahkan pihak yang berwenang untuk meninggalkan hukuman mati.

  • Related Posts

    Respons Cepat 110 Temukan Tas Bocah Tertinggal di Sabang Tengah Malam

    Kota Depok – Seorang ibu bernama Lia membagikan pengalamannya pertama kali menghubungi call center 110 Polri. Lia meminta bantuan 110 untuk mengecek tas berisi tablet milik putrinya, C (7) yang…

    Projo Ungkap Kesehatan Jokowi Sudah Pulih 99 Persen

    SEJUMLAH kelompok relawan pendukung mendatangi kediaman mantan Presiden Joko Widodo, di Kelurahan Sumber, Kecamatan Banjarsari, Kota Surakarta pada awal Mei kemarin. Kelompok relawan yang dimaksudkan antara lain, Projo dan Bara…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *