GUBERNUR Jakarta Pramono Anung Wibowo mendukung rencana pemerintah pusat membangun hunian baru bagi warga yang tinggal di bantaran rel kereta api. Rencana itu sebelumnya disampaikan Presiden Prabowo Subianto setelah berkunjung ke daerah pinggir rel di kawasan Pasar Senen, Jakarta Pusat.
Pramono menyatakan siap membantu pembangunan perumahan tersebut. “Pemerintah DKI Jakarta akan memberikan support sepenuhnya apa yang dilakukan pemerintah pusat untuk penanganan perumahan warga yang ada di sepanjang rel kereta api,” kata Pramono dalam keterangan tertulis yang dikutip Ahad, 29 Maret 2026.Menurut Pramono, Pemerintah Provinsi Jakarta sudah pernah merelokasi warga yang tinggal di kawasan bukan perumahan. Salah satunya saat Pemda memindahkan masyarakat yang tinggal di kawasan tempat pemakaman umum (TPU) ke rumah susun.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
“Warga yang menempati lahan TPU kita pindahkan ke rumah susun yang ada. Ini untuk mengembalikan fungsi lahan TPU dan memberikan hunian lebih sehat bagi warga,” kata politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan ini.
Dalam kunjungan dadakan ke kawasan bantaran rel di Senen pada Kamis kemarin, Prabowo berjanji akan membuat hunian bagi warga yang tinggal di sana. Janji yang sama juga Prabowo ungkapkan lewat unggahan di akun Instagram @prabowo.
Dalam unggahan tersebut, Prabowo membagikan video blusukan dirinya ke daerah pinggir rel di Kramat, Pasar Senen. “Insya Allah kita akan segera membangun hunian yang layak untuk masyarakat di daerah tersebut dengan cepat, dan sudah menjadi tekad saya untuk menyediakan hunian layak untuk masyarakat Indonesia,” kata Ketua Umum Partai Gerindra ini.
Setelah kunjungan tersebut, Prabowo Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait. Prabowo meminta Maraurar segera membangun hunian bagi warga yang masih tinggal di pinggir rel itu.
Menurut Sekretaris Teddy Indra Wijaya, perintah Prabowo itu disampaikan melalui panggilan telepon. Prabowo menelepon Maruarar pada malam hari setelah berkunjung ke Senen.
Lewat telepon tersebut, Prabowo meminta Maruarar membangun rumah hunian dan fasilitas mandi cuci kakus (MCK) bagi warga yang masih tinggal di pinggir rel kereta api. “Setelah blusukan menyapa warga di pinggir rel kereta api kawasan Senen, Jakarta Pusat, Presiden Prabowo langsung memerintahkan Menteri Perumahan melalui telepon,” kata Teddy dalam keterangannya, Jumat, 27 Maret 2026.
Prabowo menghubungi Maruarar lewat telepon karena sang Menteri sedang berada di Toba, Sumatera Utara. Selain Maruarar, Prabowo memanggil pejabat lainnya untuk membahas perumahan di kawasan pinggir rel Senen, di antaranya Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo, Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia Bobby Rasyidin, dan Plt. Direktur Utama Perumnas Imelda Alini Pohan.
Para pejabat, kata Teddy, langsung menindaklanjuti perintah Prabowo. “Hari ini juga tim sudah bergerak untuk menyiapkan proses pembangunan hunian dan MCK baru yang letaknya tidak jauh dari kawasan asli tinggal mereka,” tuturnya.





