PRESIDEN Prabowo Subianto membahas usulan penghematan energi nasional dengan para menterinya. Langkah itu dilakukan untuk mengantisipasi gejolak di pasar energi global di tengah perang Amerika Serikat dan Israel melawan Iran.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut topik itu muncul dalam rapat koordinasi tindak lanjut arahan Bapak Presiden Prabowo Subianto terkait sejumlah kebijakan ekonomi. “Dalam rapat ini dibahas berbagai langkah strategis,” kata Airlangga dalam keterangannya, Ahad, 29 Maret 2026.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Beberapa topik yang dibahas, kata Airlangga, termasuk wacana pemberlakuan kerja dari rumah atau work from home secara adaptif, efisiensi anggaran yang lebih tepat sasaran, serta penguatan kebijakan bahan bakar nabati B50. “Hingga usulan penghematan energi nasional,” ucap mantan ketua umum Partai Golkar ini.
Airlangga mengatakan seluruh wacana penghematan energi dikaji secara komprehensif dengan mempertimbangkan perkembangan konflik di Timur Tengah dan ketidakpastian global. “Yang berdampak pada stabilitas energi, rantai pasok, serta perekonomian nasional,” tuturnya.
Pemerintah, kata Airlangga, berkomitmen memastikan setiap kebijakan berjalan secara terukur dan responsif. Dia berujar kebijakan-kebijakan ini perlu untuk menjaga stabilitas, memperkuat ketahanan nasional, serta mendorong pertumbuhan ekonomi.
Presiden Prabowo menggelar rapat virtual dengan para menterinya pada Sabtu, 28 Maret 2026. Sekretaris Kabinet Letnan Kolonel Teddy Indra Wijaya mengatakan rapat itu untuk membahas kebijakan ekonomi.
“Hari Sabtu siang sampai dengan sore hari ini, 28 Maret 2026, Presiden Prabowo Subianto mengadakan rapat terbatas,” ujar Teddy dalam takarir di akun Instagram @sekretariat.kabinet.
Teddy mengatakan sekitar 15 menteri Prabowo menghadiri rapat yang diselenggarakan melalui konferensi video tersebut. Mereka yang hadir di antaranya Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno, serta Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.
Teddy berujar, rapat Prabowo dengan para pembantunya ini untuk menentukan penyesuaian dan penentuan beberapa kebijakan ekonomi dan energi.
Pemerintah saat ini sedang menyiapkan sejumlah skema kebijakan untuk mengantisipasi dampak krisis global. Sebab, perang yang berkecamuk di Asia Barat sejak akhir Februari lalu menyebabkan harga minyak dunia melonjak dan pasokan seret.






