Pengunjung Ragunan Diprediksi Tembus 70 Ribu Hari Ini

TAMAN Margasatwa Ragunan masih menjadi tujuan favorit warga untuk menghabiskan libur Lebaran 2026. Pada hari kedua Lebaran, Minggu 22 Maret 2026, kawasan yang berlokasi di selatan Jakarta ini sudah dipadati pengunjung sejak pagi hari.

Kepala Humas Ragunan Wahyudi Bambang mengatakan jumlah pengunjung Ragunan mencapai 30 ribu per 11.00 WIB, Minggu, 22 Maret 2026 siang. Diprediksi pengunjung bisa mencapai 70 ribu sampai jam operasional ditutup atau pukul 16.00 WIB. “Kalau melihat antusias ini kemungkinan akan cukup tinggi pengunjung. Bisa diprediksi 70 ribu pengunjung, ya, sampai sore,” ujar dia di Jakarta Selatan, Minggu, 22 Maret 2026.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Wahyudi belum bisa menyebutkan kapasitas maksimal pengunjung hari ini. Namun, kata dia, Ragunan pernah menerima 203 ribu pengunjung pada momen lebaran 2025. Dia menuturkan, pada Lebaran 2025, jumlah pengujung mencapai 600 ribu selama 14 hari. Dia memprediksi jumlah pengunjung bisa mencapai 400 ribu pada tahun ini. “Waktu liburnya hanya 8 hari. Jadi prediksi pengunjung atau targetnya 400 ribu pengunjung,” kata dia. 

Pihak Ragunan menambah jumlah 27 titik parkir selama Lebaran 2026. Kapasitas kendaraan roda dua sebanyak 20 ribu unit dan 5 ribu untuk kendaraan roda empat. 

Pada tahun ini, Taman Margaatwa Ragunan mengambil tema Lebaran Asyik di Ragunan Meraih Berkah Bersama Satwa. Tujuannya memperkenalkan satwa sebagai salah satu ikonik dari Ragunan. Ragunan mengajak pengunjung untuk peduli kepada satwa. 

  • Related Posts

    Prabowo Tegaskan Tak Pernah Janji US$ 1 Miliar Iuran BoP

    PRESIDEN Prabowo Subianto menyatakan tidak pernah menjanjikan akan membayar iuran US$ 1 miliar (sekitar Rp17 Triliun) untuk Board of Peace (BoP) atau Dewan Perdamaian—badan internasional besutan Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Menurut Prabowo,…

    Prabowo Tegaskan RI Tak Pernah Komitmen Bayar Iuran BoP USD 1 Miliar

    Jakarta – Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan bahwa pemerintah Indonesia tidak pernah berkomitmen untuk membayar iuran sebesar USD 1 miliar kepada Dewan Perdamaian atau Board of Peace (BoP) yang diinisiasi…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *