Ribuan Warga Aceh Berjejal Riang Sambut Daging Meugang Bantuan Presiden

INFO TEMPO – Ribuan warga berjejal di halaman rumah jabatan Bupati Aceh Utara, Ismail A. Jalil, pada Kamis malam, 19 Maret 2026. Sebagian warga tampak menyampirkan sajadah di pundak, baru saja melangkah pulang dari ibadah Tarawih. Kaum ibu yang semuanya berhijab ikut antre dengan tertib di bawah pengamanan personel TNI.

Masyarakat begitu antusias menunggu pembagian daging sapi untuk merayakan Meugang atau Makmeugang. Tradisi ini telah mendarah daging bagi rakyat Aceh selama berabad-abad, sejak era kesultanan.

Dalam ritual turun-temurun ini, penguasa atau pemimpin membagikan daging hasil sembelihan sapi kepada rakyat di sekitar. Makmeugang dilaksanakan dua kali setahun, yakni H-1 sebelum Ramadan dan H-1 menjelang Idul Fitri.

Untuk Makmeugang tahun ini, rakyat Aceh mendapat dukungan khusus dari pemerintah pusat. Total bantuan mencapai Rp 72,75 miliar. Angka ini menyamai besaran bantuan tahap pertama yang digelontorkan pada awal Ramadan lalu. Secara keseluruhan, total dana yang dikucurkan Presiden Prabowo Subianto untuk menjaga tradisi Meugang rakyat Aceh tahun ini mencapai Rp 145,5 miliar.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Berdasarkan hasil rapat koordinasi virtual di Ruang Command Centre Kementerian Dalam Negeri pada Rabu, 18 Maret 2026, bantuan dari Presiden Prabowo ini menjangkau total 3.058 desa yang tersebar di 19 kabupaten/kota di wilayah terdampak bencana.

Data terbaru menunjukkan jangkauan distribusi yang sangat masif. Kabupaten Aceh Utara menjadi penerima terbanyak dengan sebaran di 801 desa, dibuntuti Aceh Timur (456 desa), Aceh Tengah (295 desa), serta Pidie (217 desa) dan Aceh Tamiang (210 desa). Wilayah kepulauan seperti Simeulue pun tak luput dari perhatian dengan jangkauan 138 desa.

Rapat yang dipimpin oleh Kaposko Nasional Satgas PRR, Irjen Pol Wahyu Bintono tersebut diikuti jajaran wali kota dan sekda dari 19 wilayah Aceh demi memastikan bahwa mekanisme pengadaan hingga distribusi daging dilakukan secara ketat dan tepat sasaran. Agar lebih tertib, pendistribusian sapi ke desa-desa terdampak melibatkan jajaran Forkopimcam (Camat, Danramil, dan Kapolsek).

Para kepala daerah memastikan pembagian dilakukan merata dengan memperhatikan kesesuaian berat sapi terhadap jumlah Kepala Keluarga (KK) di tiap desa. Bupati Aceh Utara, Ismail A. Jalil, mengaku segera bergerak memastikan ketersediaan sapi untuk warganya. Ia menyampaikan rasa syukur yang mendalam atas perhatian besar dari Jakarta.

“Kami selaku kepala daerah, beserta seluruh masyarakat Kabupaten Aceh Utara, mengucapkan ribuan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Presiden Republik Indonesia yang telah memberikan bantuan Meugang ini. Bantuan yang Bapak berikan sangat bermanfaat bagi masyarakat kami,” ujar Ismail.

Semangat yang sama terasa di pelosok lain. Bantuan sapi dari Presiden Prabowo Subianto juga telah tiba, salah satunya di Desa Agusen, Kecamatan Belanjaran, Kabupaten Gayo Lues. Di sana, sapi-sapi kiriman Presiden mulai didistribusikan untuk memastikan total 1.455 desa di seluruh Aceh dapat merayakan Idul Fitri dengan penuh keceriaan.

Kondisi paling mengharukan tampak di Kabupaten Aceh Tamiang. Bagi masyarakat setempat, Meugang kali ini terasa sangat spesial sekaligus menyentuh hati. Di tengah perjuangan bangkit dari sisa-sisa bencana banjir, bantuan nyata berupa daging Meugang mulai mengalir ke 210 kampung di kabupaten itu.

“Kami sangat terbantu. Saat ini ekonomi kami masih sulit untuk bangkit, sementara kebutuhan Lebaran pasti meningkat. Terima kasih Bapak Presiden yang sudah peduli dan melihat langsung kesulitan kami,” ungkap salah seorang warga di Kampung Tanjung Seumantoh dengan nada haru.

Dinas Pertanian, Perkebunan, dan Peternakan (Distanbunak) Aceh Tamiang bekerja ekstra keras untuk memastikan amanat ini sampai ke tangan yang tepat. Kepala Distanbunak Aceh Tamiang, Yunus, menegaskan bahwa sekitar 78.000 Kepala Keluarga (KK) yang terdata sebagai korban banjir dipastikan menerima bagian secara merata.

“Kami memastikan seluruh KK yang masuk dalam data korban banjir mendapatkan bantuan ini tanpa terkecuali. Ini adalah amanat langsung untuk meringankan beban saudara-saudara kita,” tegas Yunus.

Kini, daging sudah disalurkan. Aroma tercium wangi dari dapur warga. Kepulan asap tentu bukan sekadar demi perut terisi, melainkan simbol bahwa negara hadir memberikan “pelukan” simpati saat rakyatnya baru saja bangkit dari musibah air bah akhir tahun lalu. (*)

  • Related Posts

    Puncak Perayaan Idul Fitri di Jakarta, 1.000 Bedug Bergema di Bundaran HI

    Jakarta – Sebanyak 1.000 bedug memeriahkan kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat, dalam gelaran Jakarta Bedug Kolosal pada malam takbiran Idul Fitri 1447 Hijriah. Kegiatan ini menjadi salah satu puncak perayaan…

    Kapolri: Prediksi Puncak Arus Balik Terjadi Dua Gelombang, 24-25 dan 28-29 Maret

    Medan – Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo memberikan atensi khusus pada kesiapan menghadapi arus balik Lebaran 2026. Jenderal Sigit memprediksi bahwa puncak arus balik tahun ini akan terbagi dalam…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *