Serangan meluncurkan dua pejuang PMF di Irak utara di tengah perang yang lebih luas, kata kelompok tersebut

Serangan udara terjadi beberapa jam setelah kelompok bersenjata pro-Iran Kataib Hizbullah mengumumkan penangguhan bersyarat terhadap serangan kedutaan besar AS.

Serangan udara telah mengirimkan dua pejuang dari Pasukan Mobilisasi Populer (PMF) di Irak utara, kata kelompok paramiliter dari salah satu front di Irak. perang yang luas melanda Timur Tengah.

Kedua serangan tersebut menargetkan posisi PMF pada Kamis pagi di wilayah Nineveh, tempat kota Mosul berada, dan sebuah bandara militer di provinsi Salah al-Din, pernyataan menurut PMF, sebuah kelompok yang didominasi Syiah yang merupakan bagian dari aparat keamanan Irak dan mencakup beberapa kelompok yang bersekutu dengan Iran.

Cerita yang Direkomendasikan

daftar 3 barang

daftar akhir

PMF menyalahkan serangan itu pada Israel dan Amerika Serikat. Irak telah terlibat dalam perang AS-Israel melawan Iran, yang kini memasuki minggu ketiga.

PMF dibentuk pada tahun 2014 sebagai pasukan sukarelawan yang mendukung pasukan keamanan Irak dalam perang melawan ISIS (ISIS).

Serangan-serangan tersebut menyasar kelompok-kelompok yang didukung Iran, yang pada gilirannya mengklaim melakukan serangan hampir setiap hari terhadap kepentingan AS di Irak dan di seluruh kawasan.

Di tempat lain, kebakaran terjadi di sebuah pangkalan angkatan laut di Irak selatan ketika pangkalan itu dihantam oleh pesawat tak berawak semalam. Sumber keamanan Irak mengatakan kepada Al Jazeera bahwa sebuah pesawat tak berawak jatuh ke stasiun pengolahan udara di pangkalan angkatan laut Umm Qasr dekat perbatasan dengan Kuwait.

Rekaman dari lokasi kejadian yang tersebar di media sosial dan tayangan oleh Al Jazeera menunjukkan api dan asap membubung dari lokasi tersebut.

Serangan kedutaan AS akan dihentikan

Beberapa jam sebelum serangan terhadap pejuang PMF, kelompok senjata pro-Iran Kataib Hizbullah mengatakan sekretaris jenderalnya telah “mengeluarkan perintah untuk menghentikan operasi yang menargetkan kedutaan besar AS di Bagdad selama lima hari”.

Ditunjuk oleh Washington sebagai “organisasi teroris”, Kataib Hizbullah Irak menyebutkan beberapa syarat penangguhan tersebut, termasuk Israel menghentikan pemboman di pinggiran selatan Beirut.

Kataib Hizbullah juga menuntut “komitmen untuk menahan diri dari pengeboman daerah pemukiman di Bagdad dan provinsi lain”.

Setiap kali “musuh melanggar” gencatan senjata, “respon akan segera diberikan”, kata kelompok itu, sambil diperingatkan akan adanya serangan lebih lanjut setelah periode lima hari tersebut.

Kedutaan Besar AS telah menjadi sasaran serangan drone dan roket beberapa kali dalam beberapa hari terakhir. Pertahanan udara telah mencegat sebagian besar proyektil.

Kedutaan berada di Zona Hijau, sebuah distrik yang dijaga ketat di pusat kota Bagdad yang menampung lembaga-lembaga pemerintah Irak dan kedutaan besar.

Pusat komunikasi dan logistik AS di Bandara Internasional Baghdad yang menampung personel militer juga sering menjadi sasaran.

  • Related Posts

    Ibas Ajak Kader PD Perkuat Silaturahmi, Gotong Royong & Bantu Masyarakat

    Jakarta – Wakil Ketua MPR RI sekaligus Ketua Fraksi Partai Demokrat (PD) DPR RI, Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) menegaskan bahwa Ramadan mengajarkan bahwa kekuatan bangsa ini adalah silaturahmi dan kebersamaan.…

    WFH 1 Hari dalam Sepekan, Airlangga: Hemat 1/5 Penggunaan BBM Sehari-hari

    Jakarta – Pemerintah bakal menerapkan kebijakan work from home (WFH) 1 hari dalam sepekan menyusul efisiensi anggaran imbas konflik Timur Tengah. Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan kebijakan itu mampu menghemat…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *