Jasa Marga: 34% Pemudik Sudah Tinggalkan Jakarta

Jakarta

PT Jasa Marga memprediksi sebanyak 3,5 juta kendaraan akan meninggalkan Jakarta selama periode arus mudik Lebaran tahun ini. Proyeksi tersebut didasarkan pada pengolahan data lalu lintas berbasis teknologi terkini yang digunakan perusahaan.

“Kami memperkirakan 3,5 juta kendaraan akan melintas keluar dari Jakarta. Dan dari data yang kami miliki ini kami menggunakan proyeksi yang alhamdulillah di dalam satu tahun terakhir dengan penggunaan platform Intelligent Transportation System, kamera yang ditingkatkan fasilitasnya menjadi ITA atau Intelligent Traffic Analysis maupun radar,” kata Direktur Utama PT Jasa Marga Rivan Achmad Purwantono, saat konferensi pers di Gedung Bina Graha, Jakarta Pusat, Rabu (18/3/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hingga saat ini, sekitar 34 persen dari total proyeksi tersebut tercatat telah melintas keluar dari wilayah ibu kota melalui sejumlah ruas tol utama. Peningkatan signifikan tersebut menjadi salah satu dasar diberlakukannya rekayasa lalu lintas berupa sistem satu arah (one way) saat volume kendaraan mencapai sekitar 30 persen.

“Bahwa perkembangan sudah mencapai 34% masyarakat yang sudah keluar. Inilah kemudian kenapa kemarin sore ketika mencapai 30% bersama Pak Menteri Perhubungan dan Pak Korlantas, kami memutuskan untuk One Way. One Way dimulai dari One Way sepenggal dari 70 sampai dengan 263,” ujar Rivan.

Lebih lanjut, Jasa Marga juga mencatat lonjakan lalu lintas harian rata-rata (LHR). Pada hari ini, jumlah kendaraan diperkirakan mencapai 256.000, sementara pada malam sebelumnya tercatat sudah menyentuh 221.000 kendaraan di masa menjadi angka tertinggi sejak 13 Maret 2026.

“Hari ini diperkirakan akan mencapai 256.000 LHR-nya dan semalam saja terbukti sudah 221.000 dan yang tertinggi sejak tanggal 13 Maret yang lalu,” ujarnya.

Rivan menambahkan, mayoritas arus mudik mengarah ke wilayah timur. Sekitar 50 persen kendaraan tercatat menuju jalur Trans Jawa, yang menjadi tujuan utama para pemudik tahun ini.

“Dan sebaran yang banyak terhadap arus mudik adalah 50% ini ke arah Timur yaitu ke arah Trans Jawa,” ucapnya.

(eva/imk)

  • Related Posts

    Muhammadiyah Siapkan 1.374 Titik Salat Ied di Wilayah Yogya

    PIMPINAN Pusat (PP) Muhammadiyah telah menetapkan Idul Fitri jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026. Penetapan ini merujuk pada Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) serta Maklumat Pimpinan Pusat Muhammadiyah Nomor 2/MLM/I.0/E/2025…

    Gejolak Minyak Dunia, Projo Usul Pemerintah Bentuk Badan Pengendali LPG Subsidi

    Jakarta – Projo mengusulkan pemerintah membentuk badan khusus pengendali LPG subsidi menyusul gejolak pasar minyak dunia. Projo menilai tingginya porsi impor LPG yang mencapai 70-80 persen menunjukkan besarnya ketergantungan konsumsi…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *