MENTERI Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan Presiden Prabowo Subianto memerintahkan kepolisian untuk mengusut secara objektif dan terbuka kasus penyerangan air keras terhadap Wakil Koordinator Kontras Andrie Yunus.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
“Diusut secara objektif, terbuka, dan secepat-cepatnya,” kata dia di Kantor Kemenhan, Jakarta Pusat, Selasa, 17 Maret 2026.
Kata Prasetyo, Istana prihatin dengan peristiwa itu. Komitmen Prabowo mengenai kasus ini juga sudah disampaikan Kepala Kepolisian Jenderal Listyo Sigit Prabowo.
Listyo Sigit Prabowo sebelumnya mendapat instruksi dari Presiden Prabowo Subianto untuk mengusut serangan terhadap Andrie Yunus.
Sigit memastikan kepolisian terus bekerja dan secara rutin akan menginformasikan setiap perkembangan yang terjadi di lapangan terkait kasus ini. “Karena memang ini menjadi perhatian serius dari Bapak Presiden,” kata Sigit pada Ahad, 15 Maret 2026, dikutip dari keterangan tertulis Badan Komunikasi Pemerintah RI.
Sigit berujar, dirinya mendapat perintah langsung dari Prabowo untuk mengusut penyerangan air keras terhadap Andrie secara profesional dan transparan. Menurut Sigit, polisi akan menelusuri kasus serangan terhadap Andrie lewat pendekatan scientific crime investigation atau investigasi berbasis ilmiah.
Diketahui, scientific crime investigation adalah penyidikan tindak pidana yang mengintegrasikan ilmu pengetahuan dan teknologi forensik untuk mencari kebenaran objektif. Metode ini mengutamakan bukti fisik dan analisis ahli (laboratorium forensik, DNA, digital, kedokteran) dibandingkan sekadar keterangan saksi atau tersangka.
Sigit mengatakan saat ini Polri tengah mengumpulkan informasi mengenai peristiwa tersebut. “Dan informasi tersebut nantinya akan kami dalami satu per satu,” ujarnya.
Wakil Koordinator Kontras Andrie Yunus disiram air keras saat berada di Jalan Salemba I-Talang, Jakarta Pusat pada Kamis malam, 12 Maret 2026. Andrie disiram larutan berbahaya oleh dua orang tak dikenal yang mengendarai sepeda motor.
Pelaku penyiraman air keras datang dari arah berlawanan dengan Andrie. Koordinator Kontras Dimas Bagus Arya mengatakan pelaku menyiram air keras ke bagian depan tubuh Andrie.
Cairan kimia yang bersifat korosif itu mengenai tubuh bagian kanan Andrie seperti mata, wajah, dada, dan tangan. Sebagian baju korban juga meleleh imbas terkena air keras.
Berdasarkan catatan medis, Andrie mengalami luka bakar sebanyak 24 persen di tubuhnya. Andrie Yunus juga menjalani operasi bedah mata setelah terkena lair keras.
Sultan Abdurrahman berkontribusi dalam penulisan artikel ini
Pilihan editor: Prabowo Minta Kaji Ulang Data Kebutuhan Tenaga Pendidik






