Sepuluh malam terakhir Ramadan dimanfaatkan banyak umat Islam untuk ibadah iktikaf di Masjid Istiqlal Jakarta. Namun, berbeda dengan WRD (40).
Pria asal Senen, Jakarta Pusat (Jakpus) ini malah mengisi sepuluh malam terakhir dengan mencuri barang jemaah yang sedang melaksanakan ibadah iktikaf. Aksi WRD dipergoki langsung oleh korban, RJK (19).
Pencurian itu terjadi pada Selasa (17/3) waktu subuh. Pengelola Masjid Istiqlal telah menyerahkan WRD ke Polsek Sawah Besar untuk diproses hukum.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Setelah saya konfirmasi benar terjadi di Istiqlal. Dan pelakunya sudah diserahkan ke pihak berwajib,” kata Direktur Lembaga Pengembangan Media Istiqlal, M Asda kepada detikcom, Selasa (17/3/2026).
Pelaku mengincar barang berharga milik jemaah yang sedang menjalani ibadah iktikaf pada 10 malam terakhir bulan Ramadan. Asdar mengatakan Masjid Istiqlal selalu padat pada 10 malam terakhir Ramadan.
“Iya bener (mengincar jemaah iktikaf). Dan memang ada peluang disaat jamaah tertidur. Tas atau barang yang tidak terkontrol jadi gampang diambil sama maling karena emang niatnya ngincar barang jamaah itu,” katanya.
Meski demikian, tak ada kerugian materi yang dialami korban karena aksi pencurian diketahui oleh jemaah lain. Pihak Istiqlal mengingatkan jamaah untuk meningkatkan kesadaran dalam menyimpan barang di tempat aman dan saling menjaga sesama jemaah.
Asdar mengatakan ada sejumlah hal yang perlu diperhatikan jemaah demi keamanan barang berharga yang dibawa. Dalam suasana yang semestinya diisi dengan ibadah yang khusyuk, ada potensi kejahatan yang dimanfaatkan pihak tertentu.
“Terukhusus jamaah yang baru pertama kali ikut shalat atau iktikaf di masjid istiqlal, jamaah yang sudah terbiasa ke Istiqlal biasanya sudah paham situasi di Istiqlal, jamaah yang datang berkunjung tidak semua punya niat untuk beribadah, tapi memanfaatkan situasi di mana jamaah lengah atas barang bawaan, saat istirahat di masjid, ngecas elektronik, ngantre takjil, situasi ini sering dimanfaatkan maling untuk mengambil barang jamaah,” ucapnya.
WRD (40) dipergoki mencuri HP milik jemaah Masjid Istiqlal yang badah iktikaf. WRD masuk ke Istiqlal dengan berpakaian seperti orang yang akan beribadah. (dok Istimewa)
Modus Dorong-dorongan Jemaah
Polisi mengungkap modus pencurian HP yang dilakukan WRD. Pelaku mencuri HP korban dengan cepat dan modus tak disangka, yaitu memanfaatkan momen padat jemaah dengan mendorong korban.
WRD mengambil HP saat RJK akan turun atau keluar dari Ruang Utama Masjid Istiqlal. Namun, korban kali ini langsung mengetahui barangnya dicuri dan segera mengejar pelaku.
“Pelapor merasa ada yang mendorong, kemudian jarak beberapa langkah, pelapor menyadari HP miliknya yang disimpan di kantong baju gamis sebelah kanan sudah tidak ada/hilang,” kata Kapolsek Sawah Besar Kompol Rahmat Himawan.
Korban lalu mengejar WRD yang telah mendorongnya. Ketika itu, WRD sudah memasukkan HP korban ke tas jinjing (totebag) dan berupaya menyembunyikannya.
“Tas totebag warna hitam yang awalnya dipegang oleh terduga pelaku berisikan HP pelapor kemudian dilempar oleh pelaku dan sebelum terlempar pelapor sempat mengambil kembali HP-nya,” katanya.
Momen pelaku dipergoki mencuri itu menarik perhatian jemaah di Masjid Istiqlal. Pelaku lalu digiring jemaah yang geram.
Peristiwa itu direkam video oleh salah satu jemaah di Masjid Istiqlal dan videonya viral di medsos. WRD lalu diamankan oleh petugas keamanan Istiqlal hingga kemudian diserahkan ke Polsek Sawah besar.
WRD (40) dipergoki mencuri HP milik jemaah Masjid Istiqlal yang badah iktikaf. WRD masuk ke Istiqlal dengan berpakaian seperti orang yang akan beribadah. (dok Istimewa)
Berbusana bak Sedang Ibadah
WRD dipergoki mencuri HP milik jemaah Masjid Istiqlal yang sedang beribadah iktikaf. WRD masuk ke Istiqlal dengan memakai baju koko putih seperti orang yang akan beribadah.
Dalam foto yang diterima detikcom, tampak WRD dibawa dari Istiqlal untuk diserahkan ke Polsek Sawah Besar menggunakan sepeda motor.
“Pelaku diamankan oleh pihak security Masjid Istiqlal. Kemudian piket Reskrim mendapat laporan tersebut dan membawa terduga pelaku beserta saksi ke Polsek Sawah Besar,” kata Kompol Rahmat.
Pernah 3 Kali Maling di Istiqlal
Setelah pemeriksaan awal, diketahui WRD sudah berkali-kali mencuri di Masjid Istiqlal. Sebelum ditangkap pada waktu subuh pagi tadi, WRD pernah mencuri dalam tiga hari berturut-turut pada Jumat-Minggu (13-15/3).
“Terduga pelaku sudah melakukan aksinya sebanyak 3 kali di Masjid Istiqlal,” kata Rahmat.
WRD awalnya mencuri pada HP Infinix Hot 40 saat salat Jumat. Dua aksi lainnya dilakukan saat buka puasa bersama dengan curian HP Redmi 10 dan Samsung A15.
Diduga ada 2 pihak lain yang terkait dengan aksi pencurian yang dilakukan WRD, yakni JEF yang berperan sebagai penadah dan YUD sebagai pembeli barang hasil curian.
“Terduga pelaku setelah melaksanakan aksinya dan mendapatkan hasil curiannya langsung menghubungi Saudara JEF yang beralamat di Kramat Pulo Bendungan Senen, kemudian dijual kepada YUD,” katanya.
Atas perbuatannya, WRD disangkakan Pasal 476 KUHP. WRD masih diperiksa intensif di Polsek Sawah Besar untuk proses hukum selanjutnya.
(jbr/jbr)






