PRESIDEN Prabowo Subianto menyatakan Indonesia tidak akan bergabung dengan aliansi militer negara mana pun. Kepala Negara berujar, Indonesia menjaga hubungan baik dengan negara lainnya.
Selain itu, Indonesia memiliki postur militer yang bersifat defensif. Prabowo mengungkap ini dalam wawancara khusus dengan media internasional Bloomberg.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Indonesia disebut secara konsisten menjalankan prinsip politik luar negeri bebas aktif. Hal ini sesuai amanat Undang-Undang Dasar 1945, yaitu tidak memihak blok kekuatan mana pun dan aktif menciptakan perdamaian dunia.
“Kami tidak bisa menjadi bagian dari aliansi militer mana pun,” kata Prabowo di kediaman pribadinya di Hambalang, Jawa Barat, dikutip dari keterangan tertulis Badan Komunikasi Pemerintah RI.
Indonesia, Prabowo mengklaim, berdiri di atas kaki sendiri dan tidak bergantung pada kekuatan negara lain. Maka dari itu, Indonesia pun harus membangun kekuatan pertahanan yang mumpuni. “Ketika sesuatu terjadi, kita tidak bisa bergantung pada siapa pun,” ujar Prabowo.
Adapun kondisi geopolitik dunia memanas setelah Amerika Serikat dan Israel menyerang Iran secara mendadak pada penghujung Februari 2026. Serangan militer gabungan yang dilancarkan ke wilayah udara Iran menyebabkan kerusakan infrastruktur dan jatuhnya korban jiwa rakyat sipil.
Serangan AS-Israel menewaskan sejumlah pemimpin Republik Islam Iran, termasuk Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei. Iran lantas membalas serangan tersebut dengan mengerahkan rudal dan drone ke wilayah Israel dan semua fasilitas militer Amerika Serikat yang berada di kawasan Timur Tengah.
Di tengah konflik AS-Israel dengan Iran, Presiden Prabowo menawarkan diri menjadi juru damai. Menurut Prabowo, semua pihak harus bersedia berdialog untuk mengakhiri perang.





