Sejumlah warga terlihat beraktivitas di area hari bebas kendaraan bermotor atau car free day (CFD) di Bundaran HI, Jakarta Pusat, hari ini. Selain berolahraga, ada juga warga yang sengaja datang demi bikin konten ucapan selamat Lebaran.
Pantauan detikcom di lokasi, Minggu (15/3/2026), pukul 08.50 WIB, suasana CFD tampak lengang. Ornamen bertema lebaran Idul Fitri dan Hari Nyepi terlihat memenuhi area tersebut.
Warga Cilandak, Mahmudin (65) dan Pujisun’ah (60), mengaku sengaja datang ke CFD untuk berjalan-jalan sambil olahraga di Bundaran HI. Mereka mengaku datang untuk melihat suasana Jakarta jelang Lebaran.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mahmudin (65) dan Pujisun’ah (60).(Taufiq/detikcom)
Mereka juga membuat konten ucapan ‘Selamat Hari Raya Idul Fitri’ dengan latar Monumen Selamat Datang. Mereka mengaku ingin foto-foto dari atas halte Transjakarta Bundaran HI.
“Hari ini kita habis foto-foto di atas (Halte TJ), kita turun lagi mau lihat-lihat ornamen yang ada di bawah. Terus mau buat video ucapan hari raya Idul Fitri buat keluarga besar,” kata Pujisun’ah di Bundaran HI.
Mahmudin mengaku senang melihat Bundaran HI telah dipercantik jelang Lebaran. Dia tak hanya mengatakan suasana terasa meriah.
“Suasananya meriah sekali ya, hiasannya. Makanya ada hiasan suasana Nyepi, ada Idul Fitri. Bagus nih menurut saya, Pemda DKI cukup memberi perhatian secara adil gitu. Gubernur Pramono ini memang memberi perhatian yang penuh gitu terhadap hari hari perayaan gitu,” ucap Mahmudin.
Mereka mengaku tidak mudik karena asli Betawi. Mereka mengatakan setiap Lebaran selalu dinantikan karena suasana di Jakarta sangat berbeda.
“Kita mah Betawi asli, nggak mudik. Lebaran enak di Jakarta, ke mana-mana jadi nggak macet,” ujar Mahmudin.
Warga asal Tangerang, Desi (36), juga mampir ke CFD HI menunggu pusat perbelanjaan di sekitarnya buka. Dia mau datang lebih cepat untuk belanja keperluan Lebaran.
“Karena ada keperluan ke Thamrin City, mau beli buat Lebaran. Mumpung ini, kita jalan-jalan dulu. Sepi ya kalau sekarang, jadi senang gitu. Saya kan jarang ya ke sini, karena ramai, sesak gitu,” kata Desi.
(tsy/haf)





