Suara Ibu di Yogyakarta Bagikan Bunga Dukung Andrie Yunus

SUARA Ibu Indonesia, gerakan perempuan di Yogyakarta, membagikan bunga mawar dalam aksi solidaritas terhadap Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) Andrie Yunus. Pembagian bunga dilakukan di Bundaran Universitas Gadjah Mada Yogyakarta pada Sabtu, 14 Maret 2026.

Pilihan editor: Buat Apa Kepala Staf Teritorial TNI Dihidupkan Lagi

Puluhan demonstran dari berbagai latar belakang usia dan pekerjaan membawa sejumlah poster yang berisi dukungan terhadap Andrie. Mereka menuntut agar polisi mengusut kasus penyerangan itu hingga tuntas.

Andrie disiram larutan berbahaya oleh dua orang yang tak dikenal. Kedua orang itu mengendarai sepeda motor yang datang dari arah berlawanan dengan Andrie saat berada di Jalan Salemba I-Talang, Jakarta Pusat, Kamis malam, 12 Maret 2026.

Selain mawar, pengunjuk rasa meletakkan bunga krisan putih dan kuning di antara berbagai poster dukungan kepada Andrie Yunus. “Bunga mawar simbol nir-kekerasan dan tanda sayang ibu-ibu kepada Andrie,” kata Perwakilan Suara Ibu, Chilla.

Menurut Chilla, bunga melambangkan penguatan terhadap kewaspadaan seperti Andrie yang menjadi korban teror dan kekerasan. Suara Ibu Indonesia mengutuk percobaan pembunuhan pada pembela HAM Andrie Yunus.

Serangan penyiraman air keras secara sengaja itu merupakan intimidasi terang-terangan yang sangat keji pada pembelaan hak asasi manusia.

Penggunaan air keras sebagai senjata untuk melumpuhkan korban merupakan sinyal bahwa serangan kepada Andrie memang direncanakan. Serangan sebelumnya pernah menimpa mantan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi Novel Baswedan  pada 2017 lalu. Serangan itu membuat salah satu mata Novel buta permanen.

Penyiraman air keras ke arah muka bertujuan untuk membunuh. Suara Ibu Indonesia mengecam kekerasan yang begitu sadis kepada masyarakat sipil yang tak bersenjata. Pekerjaan pembela HAM merupakan kerja perawatan.

Para ibu dan pembela HAM sama-sama ingin memastikan nilai-nilai kemanusiaan yang ditegakkan di ruang publik dan swasta. Seorang pembela HAM tidak akan diam melihat rakyat ditindas kekuasaan, sebagaimana seorang ibu tidak akan diam melihat anaknya menderita.

“Ketika seorang anak muda disakiti, dibunuh, atau mengalami ketidakadilan, ibu ikut merasakan sakit yang sama,” katanya.

Suara Ibu menuntut Polri mengungkap pelaku teror kepada Andrie Yunus dalam waktu selambat-lambatnya tujuh hari ke depan.

Di tempat yang berbeda, peneliti Pusat Kajian Hukum dan Keadilan Sosial (LSJ) Fakultas Hukum UGM Herlambang P. Wiratraman menyatakan serangan terhadap Andrie merupakan tindakan keji dan tak manusiawi. Kekerasan berupa penyiraman air keras yang berulang terjadi karena munculnya praktik impunitas secara sistemik.

“Pelaku kejahatan dan pelanggaran HAM malah bebas menyerang dan menduduki jabatan publik,” kata dia.

Dia mendesak pemerintah bertanggung jawab memberikan perlindungan hukum terhadap pembela HAM. Upaya perlindungan dilakukan dengan mengungkap siapa pelaku teror, motif, dan hubungan kekuasaan. “Serangan itu menimbulkan ketakutan terhadap mereka yang bersuara kritis terhadap penguasa,” katanya. 

DPR, Presiden, dan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia atau Komnas HAM harus memberikan perhatian serius dalam mengawasi pengintaian, penyelidikan dan upaya hukum secara profesional dan berintegritas. Institusi negara harus memastikan agar tidak terjadi penundaan.

Presiden seharusnya tegas terhadap represi itu dan menunjukkan komitmen politik secara terbuka dalam menjalankan amanat Pasal 28 I ayat 4 Undang-Undang Dasar mengenai perlindungan, penegakan, dan pemajuan HAM. Herlambang semakin khawatir serangan serangan itu bagian dari paket represi terhadap aktivisme muda dan penting.

Dampaknya, teror itu menimbulkan ketakutan dan menutupi remiliterisasi, korupsi sistematis dibalik proyek makan bergizi gratis, koperasi merah putih, sekolah rakyat, dan batalyon pengerahan yang menjarah anggaran publik. “Perjuangan Andrie dan anak muda lainnya menghentikan remiliterisasi dan mega korupsi perlu dipertahankan,” katanya.

Pilihan editor: Anies Besuk Aktivis Kontras Andrie Yunus di RSCM

  • Related Posts

    Pemudik Motor di Pelabuhan Ciwandan Pilih Berangkat Malam daripada Siang

    Cilegon – Pemudik dengan sepeda motor lebih ramai pada malam hari dibandingkan siang hari di Pelabuhan Ciwandan, Kota Cilegon, Banten. Mereka memilih menyeberang malam hari karena cuaca tidak panas dan…

    KPK Ingatkan Kepala Daerah Tak 'Minta Jatah' THR, Ancam Tindak Tegas

    Jakarta – KPK tengah mengusut dua perkara yang menjerat dua Kepala Daerah yakni Bupati Rejang Lebong Muhammad Fikri Thobari dan Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman terkait adanya ‘permintaan THR’. Berkaca…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *