Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memberikan atensi khusus terkait kasus penyiraman air keras terhadap seorang aktivis Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) Andrie Yunus. Polri menjamin akan menangani kasus itu hingga tuntas.
Atensi khusus itu disampaikan Kadiv Humas Polri Irjen Johnny Eddizon Isir di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat (13/3). Meski kasus ditangani Polres Jakarta Pusat, namun Polda Metro dan Bareskrim siap mem-backup.
“Bapak Kapolri selaku pimpinan Polri telah memberikan atensi khusus terhadap penanganan dan pengungkapan kasus ini,” kaya Isir.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Penanganan yang ada di Satreskrim Polres Jakarta Pusat dilakukan backup, baik oleh Polda Metro Jaya maupun Bareskrim Mabes Polri,” lanjutnya.
Isir memastikan proses penyelidikan dan penyidikan dilakukan secara profesional dan berbasis pendekatan ilmiah atau crime science investigation. “Saksi yang di-interview adalah yang bersama-sama dengan pihak korban, yang menolong korban,” tuturnya.
Polri juga menyampaikan keprihatinan atas peristiwa tersebut dan mendoakan agar korban segera pulih sehingga.
“Kami turut prihatin dan mendoakan semoga saksi korban atas nama AY bisa mendapat perawatan dan pulih kembali,” ucap Isir.
Minta Masyarakat Lapor Rangkaian Peristiwa ke Penyidik
Di sisi lain, Polri juga mengajak masyarakat yang mengetahui rangkaian peristiwa tersebut untuk memberikan informasi kepada penyidik. Pihak kepolisian menjamin perlindungan bagi warga yang memberikan keterangan.
“Kami pastikan masyarakat yang memberikan informasi akan mendapatkan perlindungan,” ujar Isir memastikan.
Isir menegaskan kepolisian berkomitmen mengusut tuntas perkara tersebut secara profesional dan menangkap para pelaku yang terlibat.
“Polri akan serius dan bersungguh-sungguh untuk membuat terang benderang mengungkap dan menangkap pelakunya, siapa pun dia,” pungkas Isir.
2 Saksi Diperiksa
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto memastikan penyelidikan kasus terus berjalan. Saat ini pihaknya sudah memeriksa 2 saksi.
“Saksi yang sudah periksa dua orang. (Dua orang itu) warga sekitar yang melihat dan mengetahui kejadian tersebut,” ucap Budi kepada wartawan, Sabtu (14/3/2026).
Kondisi korban saat ini dalam perawatan. Korban didiagnosis alami luka bakar 24 persen.
“Kondisi korban masih dalam perawatan, didiagnosis mengalami luka bakar 24 persen,” ujar Budi.
Kronologi CCTV
Penyiraman air keras kepada Andrie Yunus terjadi pada Kamis (12/3), pukul 23.30, di Jalan Salemba, Jakarta Pusat. Polisi telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dalam menelusuri identitas pelaku.
Dalam rekaman CCTV yang beredar, terlihat awalnya pelaku diduga dua orang pria yang berboncengan motor melintas di lokasi. Keduanya memutar balik motornya hingga berpapasan dengan korban.
Korban, yang saat itu mengendarai motor, disiram air keras oleh pelaku. Seketika korban merasa kepanasan dan menjatuhkan motornya di pinggir jalan hingga berteriak histeris.
“Aah… aah… aah…. panas… panas… panas. Air keras… air keras. Ya Allah, tolong, air keras… air keras… air keras,” teriak korban, dilihat detikcom dalam CCTV, Jumat (13/3).
Korban seketika membuka pakaiannya. Terlihat baju korban koyak dan badannya melepuh akibat siraman air keras.
Teriakan korban seketika mengundang perhatian warga. Warga berdatangan mendatangi korban.
“LBH ya? LBH?” tanya warga.
“KontraS,” jawab korban.
(eva/azh)





