JUMLAH pendaftar SMA Unggulan Garuda Baru disebut belum memenuhi harapan pemerintah meskipun sekolah tersebut menawarkan pendidikan gratis dan peluang beasiswa ke luar negeri
Staf Khusus Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Bidang Pemerintahan dan Akuntabilitas Tjitjik Sri Tjahjandarie mengatakan jumlah calon siswa yang mendaftar di sekolah tersebut saat ini sekitar 3.000 orang. Angka itu meningkat dari sekitar 1.200 pendaftar pada Februari lalu.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Namun, menurut Tjitjik, jumlah tersebut masih belum sesuai dengan target yang diharapkan pemerintah. “Memang perkembangannya belum sesuai dengan harapan karena sekarang baru mencapai sekitar 3.000 pendaftar,” kata Tjitjik di Kantor Kemendiktisaintek, Jakarta Selatan, Jumat, 13 Maret 2026.
Tjitjik menjelaskan salah satu penyebab jumlah pendaftar yang belum optimal adalah waktu pembukaan pendaftaran yang relatif lebih lambat dibandingkan sekolah unggulan lain. Menurut dia, sekolah tersebut baru akan mulai beroperasi pada Juli 2026 sehingga sejumlah persiapan, seperti pengembangan sistem dan penyusunan regulasi, masih berlangsung ketika proses pendaftaran dibuka. “Pendaftaran ini memang sedikit terlambat dibandingkan sekolah-sekolah unggulan yang sudah berjalan sebelumnya,” ujarnya.
Untuk meningkatkan jumlah pendaftar, pemerintah berencana menjalin kerja sama dengan sejumlah sekolah unggulan yang telah ada. Kerja sama ini dilakukan melalui Direktorat Penjaminan Mutu Talenta agar proses perekrutan siswa dapat dilakukan secara lebih terintegrasi.
Sebelumnya pemerintah sempat memperpanjang masa pendaftaran murid baru sebanyak dua kali. Awalnya pendaftaran dibuka hanya sampai 28 Februari 2026. Kemudian, Kemendiktisaintek memperpanjang masa pendaftaran sampai 7 Maret. Terakhir, dalam unggahan terbaru instagram resmi @sekolahgaruda.ri, masa pendaftaran kembali diperpanjang sampai 14 Maret.
Adapun kepala sekolah dan wakil kepala sekolah untuk SMA Unggul Garuda Baru, sudah ada beberapa nama yang lolos. Setelah melalui rangkaian seleksi yang panjang dan ketat, Direktorat Jenderal Sains dan Teknologi dengan menyampaikan ada 12 Kepala Sekolah dan Wakil Kepala Sekolah SMA Unggul Garuda Baru yang telah terpilih.






