MENTERI Hak Asasi Manusia Natalius Pigai mengutuk serangan teror terhadap Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan atau KontraS Andrie Yunus pada Kamis malam, 12 Maret 2026.
Andrie disiram larutan berbahaya oleh dua orang tak dikenal di Jalan Salemba I-Talang, Jakarta Pusat. Kedua orang itu mengendarai sepeda motor yang datang dari arah berlawanan dengan Andrie. Selain mengutuk, Pigai juga mendesak aparat mengusut tuntas serangan tersebut.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
“Saya sudah kutuk tindakan tersebut dan minta aparat usut tuntas,” kata Pigai dalam pesan kepada Tempo, 13 Maret 2026.
Koordinator KontraS Dimas Bagus Arya mengatakan pelaku menyiram air keras ke bagian depan tubuh Andrie. Setelah itu Andrie ambruk ke jalan. “Korban langsung berteriak kesakitan hingga menjatuhkan sepeda motornya,” kata Dimas, Jumat, 13 Maret 2026.
Dimas menjelaskan, sebelum kejadian itu, Andrie baru saja merampungkan perekaman siniar bertajuk “Remiliterisme dan Judicial Review di Indonesia” di kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum (YLBHI), Jakarta Pusat, sekitar pukul 23.00 WIB, Kamis malam. Setelah itu, korban mampir ke stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di kawasan Cikini, Jakarta Pusat. Lalu ia melanjutkan perjalanan dengan mengendarai sepeda motor.
Sekitar pukul 23.37 WIB, dua orang yang diduga laki-laki dengan mengendarai sepeda motor matic mendekati Andrie. Selanjutnya kedua orang itu menyiramkan air keras ke arah Andrie. Cairan kimia yang bersifat korosif itu mengenai tubuh bagian kanan Andrie, seperti mata, wajah, dada, dan tangan.
Sebagian baju korban juga meleleh imbas terkena air keras. Hasil pemeriksaaan medis menunjukkan Andrie mengalami luka bakar serius sebanyak 24 persen. Korban sempat berteriak kesakitan dan menyebut air keras sehingga sejumlah warga berdatangan.
Terduga pelaku menjatuhkan gelas berbahan stainless steel saat berupaya kabur. Para pelaku diduga melarikan diri ke arah Jalan Salemba Raya, Jakarta Pusat. Andrie Yunus kini tengah menerima perawatan intensif di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta.






