Usai Temui JK, ICWA Minta Pemerintah Keluar dari BoP

KETUA Dewan Eksekutif Indonesian Council on World Affairs (ICWA) Al Busyra Basnur meminta pemerintah Indonesia untuk keluar dari Board of Peace (BoP) yang dibentuk Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Salah satu pertimbangannya karena Amerika Serikat menyerang Iran setelah 10 hari BoP dibentuk.

“Pemerintah harus mengkaji dengan baik dan memutuskan untuk kemudian keluar dari BoP,” kata dia usai bertemu Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla di Jakarta Selatan, Kamis, 12 Maret 2026.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Mantan Duta Besar RI untuk Ethiopia, Djibouti, dan Uni Afrika ini mengatakan BoP menimbulkan polemik di dalam maupun di luar negeri. Polemik itu berkaitan dengan iuran keanggotaan dan mekanisme evaluasinya. Kepesertaan Indonesia di BoP bahkan dipertanyakan oleh kalangan pemerintah. 

Dalam perkembangannya, Busyra melihat Amerika Serikat justru menyerang Iran. Karena itu, ICWA meminta pemerintah untuk keluar dari BoP. 

Pada kesempatan sama, Jusuf Kalla menilai Indonesia tidak masalah keluar dari BoP. Donald Trump, kata dia, bisa saja mengancam negara yang keluar termasuk Indonesia dengan menaikkan tarif resiprokal.

Namun, Jusuf Kalla mengingatkan ada putusan Mahkamah Agung Amerika Serikat yang membatalkan tarif resiprokal Trump. 

“Jangan lupa MA Amerika sudah memutuskan tidak maksimum 15 persen. Jadi walaupun orang keluar tidak ada apa-apa. Cuma tentu secara hubungan dengan Amerika bagi kami tentu tidak soal,” kata dia di kediamannya, Jakarta Selatan, Kamis, 12 Maret 2026 usai bertemu sejumlah mantan Duta besar. 

Sebagai orang di luar pemerintah, politikus senior Partai Golkar ini merasa tidak masalah pemerintah Indonesia keluar dari BoP. Tetapi, pimpinan pemerintah perlu melakukan pertimbangan. 

Kalla pun menyadari BoP sejak awal memiliki niat baik untuk menyelesaikan perdamaian di Palestina. Namun, dia menyoroti tindakan Amerika Serikat yang menyerang Iran. Padahal, BOP baru ditandatangani 10 hari lalu.

Dia berharap BoP bisa membawa perdamaian. Presiden Prabowo Subianto, kata Jusuf Kalla, juga sudah sudah mengatakan akan keluar dari BoP bila tidak sesuai tujuan. “Kita pegang saja itu,” kata dia. 

Kementerian Luar Negeri menyatakan Indonesia menangguhkan pembahasan terkait BoP menyusul eskalasi konflik antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel pada bulan ini. Pemerintah memilih menunda agenda tersebut di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah.

Kemlu mengatakan fokus pemerintah saat ini adalah memantau perkembangan konflik sekaligus memastikan keselamatan warga negara Indonesia di kawasan tersebut. 

Dani Aswara berkontribusi dalam tulisan ini
  • Related Posts

    Komisi IX DPR Dukung Menkes Gandeng KPK Bongkar Dugaan Korupsi Harga Obat

    Jakarta – Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin meneken kerja sama bersama KPK untuk membongkar dugaan korupsi di sektor kesehatan dalam mengatasi harga obat di RI mahal. Wakil Ketua Komisi…

    Ditjen Dukcapil Kemendagri Rilis Data Kependudukan Bersih

    INFO NASIONAL – Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) merilis Data Kependudukan Bersih (DKB) Semester II Tahun 2025 di Birawa Assembly Hall, Hotel Bidakara, Jakarta,…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *