Bisakah AI dalam operasi militer benar-benar etis?

Kami mengkaji kekhawatiran mengenai peran AI dalam operasi militer dan tantangan etika yang lebih luas yang dihadapi perusahaan teknologi.

Di tengah meningkatnya reaksi terhadap ChatGPT dan OpenAI, termasuk kampanye media sosial yang mencakup boikot, kami memeriksa apakah apa yang disebut “alternatif etis” benar-benar sesuai dengan klaim mereka. Kami juga menjajaki inisiatif-inisiatif baru yang berupaya menantang dominasi Big Tech dan mengembangkan sistem AI yang lebih akuntabel.

Pembawa acara: Stefanie Dekker

Tamu:

Aya Jaff – Kritikus dan penulis teknologi

Said Chihabi – Salah satu pendiri Thaura.AI

Hani Chihabi – Salah satu pendiri Thaura.AI

  • Related Posts

    KWP Bersama BNI Salurkan 2.000 Paket Peralatan Sekolah di 3 Provinsi

    Jakarta – Koordinatoriat Wartawan Parlemen (KWP) menggelar aksi sosial bertajuk ‘KWP Berbagi! KWP Peduli Pendidikan’ yang dilakukan di sejumlah daerah. Secara simbolis aksi sosial dilaksanakan di kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta,…

    Bahlil Bahas Energi Alternatif Bersama Prabowo di Istana

    PRESIDEN Prabowo Subianto memanggil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia ke Istana Kepresidenan Jakarta, pada Kamis petang, 11 Juni 2026. Selepas rapat, Bahlil menyebut dirinya dan sang Kepala…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *