KEMENTERIAN Luar Negeri mengevakuasi puluhan warga negara Indonesia (WNI) yang berada di Iran akan dilakukan secara bertahap. Hari ini, Selasa 10 Maret 2026, sebanyak 22 WNI akan tiba di Bandara Soekarno Hatta.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
“Hari ini akan tiba 22 WNI dari Iran pada pukul 18.00 WIB,” ujar Kepala Bidang Tempat Pemeiksaan Imigrasi Bandara Soekarno Hatta, Jerry Prima saat dihubungi Tempo, Selasa 10 Maret 2026.
Pemerintah mengevakuasi WNI dari Iran menyusul meningkatnya ketegangan di Timur Tengah dampak perang Amerika Serikat-Israel vs Iran. Mereka diangkut menggunakan pesawat Turkis Airlines TK 56. “Pemulangan WNI ini dilakukan dua tahap, hari ini dan besok 10 WNI lagi yang akan tiba di waktu yang sama menggunakan pesawat Turkis Airlines,” kata Jerry.
Berdasarkan data penumpang yang diperoleh Tempo, 22 WNI yang tiba hari ini sebanyak 13 orang asal Jawa Barat, 2 Banten, 3 DKI Jakarta, 2 Jawa Tengah, 1 Kalimantan Timur dan 1 asal Timur. Adapun untuk 10 WNI yang tiba Rabu besok, 3 asal Jawa Barat, 1 asal DKI Jakarta, 3 Jawa Tengah, 2 Jawa Timur, dan 1 NTB.
Menurut Jerry, kedatangan WNI ini akan langsung disambut pihak Kementerian Luar Negeri. “Kami hanya memfasilitasi proses pemulangan WNI dari Iran ini, terutama untuk proses clearance Imigrasi setibanya di Soekarno Hatta,” kata Jerry.
Sebelumnya, Kementerian Luar Negeri menyatakan evakuasi WNI dari Iran akan dilakukan secara bertahap di tengah situasi perang Iran dan Amerika Serikat-Israel semakin memanas.
Juru Bicara Kemlu RI Yvonne Mewengkang mengatakan evakuasi gelombang pertama saat ini sedang berlangsung dengan jumlah 32 orang. “Proses evakuasi dilakukan berdasarkan asesmen komprehensif situasi keamanan di lapangan dan pemantauan kondisi WNI oleh Perwakilan RI,” kata Yvonne saat dihubungi pada Sabtu, 7 Maret 2026.
Yvonne mengatakan, Kedutaan Besar RI di Teheran akan terus menjalin komunikasi intensif dengan para WNI di Iran. Di samping itu, Kemlu juga terus memutakhirkan rencana kontingensi secara berkala sesuai perkembangan situasi keamanan terkini.
Yvonne mengatakan, berdasarkan data WNI yang terdaftar pada portal PeduliWNI Kemlu RI per 2 Maret 2026, terdapat 329 WNI yang berada di Iran.
Adapun jumlah WNI yang tersebar di kawasan Timur Tengah sejak perang berkecamuk, antara lain Arab Saudi (361.147), Uni Emirat Arab (81.768), Qatar (27.647), Mesir (19.962), Oman (11.117). Kemudian di Bahrain (6.110), Kuwait (6.088), Yordania (1.946), Irak (800), Suriah (890), dan Lebanon (939).
Yvonne mengimbau para WNI yang berpergian selalu mengunggah aplikasi safe travel untuk perkembangan situasi terkini. “Apabila menetap di suatu negara untuk mendaftarkan diri anda di perwakilan RI melalui portal Peduli WNI,” ujar dia.
Kemlu menyatakan sebagian besar dari WNI di Iran merupakan pelajar atau mahasiswa yang sedang menempuh pendidikan di sana. Sementara sebagian kecil lainnya adalah pekerja migran maupun WNI yang tengah berkunjung.
“Jadi sebagaimana sudah sering disampaikan ada 329 orang di Iran dan sebagian besar berada di Kota Qom,” kata Pelaksana Tugas Direktur Perlindungan Warga Negara Indonesia Kementerian Luar Negeri Heni Hamidah dalam siaran pers yang disiarkan melalui kanal Youtube Kemlu pada Jumat, 6 Maret 2026.






