KETUA Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Puan Maharani menyoroti berbagai dampak dari konflik antara Amerika Serikat (AS)-Israel dan Iran. Puan mengatakan konflik akan mempengaruhi stabilitas ekonomi global, termasuk perekonomian di Indonesia.
Beberapa hal yang akan berdampak, kata Puan, seperti harga minyak, tarif transportasi, harga barang, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat, rantai perdagangan, pertumbuhan ekonomi, serta ketahanan fiskal dalam menjalankan pembangunan.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
“Dalam situasi perekonomian tersebut, pada saat yang sama rakyat masih harus terus menaruh harapan besar agar negara hadir dalam menciptakan lapangan kerja,” kata Puan dalam Pembukaan Masa Persidangan IV Tahun Sidang 2025-2026 di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta Selatan, Selasa, 10 Maret 2026.
Ketua DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) itu juga mengatakan legislatif akan terus memantau kemampuan fiskal APBN tahun anggaran 2026 agar dapat menjaga kesejahteraan rakyat. Puan menegaskan politik anggaran pemerintah harus dapat menjaga ketahanan fiskal, sehingga kesejahteraan rakyat dapat dipastikan.
Dalam kesempatan yang sama, Puan menyampaikan duka cita atas wafatnya pimpinan tertinggi Republik Islam Iran, Ayatollah Ali Khamenei. Pernyataan itu disampaikan Puan dalam Pembukaan Masa Persidangan IV Tahun Sidang 2025-2026.
“Atas nama pimpinan dan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Indonesia, kami menyampaikan duka cita yang mendalam atas wafatnya Yang Mulia Ayatollah Ali Khamenei, Pimpinan Tertinggi Republik Islam Iran, yang gugur dalam serangan militer Israel dan Amerika Serikat terhadap wilayah Iran pada tanggal 28 Februari 2026,” kata Puan.
Dia mengatakan Indonesia merupakan negara yang menjunjung tinggi prinsip kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial. Sehingga, Puan menyampaikan rasa simpati yang mendalam kepada seluruh rakyat Iran yang tengah menghadapi masa sulit saat ini.
“DPR RI mendukung setiap upaya dan inisiatif diplomasi, baik yang dilakukan secara bilateral, regional, maupun multilateral, untuk mendorong seluruh pihak dapat menahan diri dan menghindari eskalasi konflik yang lebih luas,” ujar Puan.





