Kemlu: 32 WNI Evakuasi dari Iran Dijadwalkan Tiba di RI Hari Ini

Jakarta

Kementerian Luar Negeri (Kemlu) mengatakan saat ini, 32 warga negara Indonesia (WNI) yang telah dievakuasi dari Iran masih berada di Baku, Azerbaijan. Mereka dijadwalkan tiba di Tanah Air hari ini.

“Rencana ketibaan tahap pertama besok (10 Maret), kami masih terus memantau jadwal mereka,” kata Plt Direktur Perlindungan WNI Kemlu, Heni Hamidah, kepada wartawan, Senin (9/3/2026) malam.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Heni mengatakan para WNI tersebut dalam kondisi baik. Namun pihaknya masih terus memantau jadwal penerbangan mereka.

“Para WNI saat ini berada di Baku dan semua dalam keadaan baik dan sehat sambil menunggu penerbangan ke tanah air,” ujarnya.

“Kami masih pantau (jadwal penerbangan),” sambungnya.

Heni mengatakan akan ada gelombang evakuasi WNI berikutnya. Namun, dia belum dapat memastikan pelaksanaan evakuasi berikutnya tersebut.

“Evakuasi tahap berikutnya akan ada, utk jumlah serta kapan waktu pelaksanaanya kami tengah berkoordinasi intensif dengan KBRI Tehran yang akan menyesuaikan dengan kondisi riil di lapangan,” ujar dia.

Evakuasi WNI dari Iran

Sebelumnya, Kementerian Luar Negeri (Kemlu) sudah mengevakuasi 32 WNI gelombang pertama dari Iran untuk kembali ke Tanah Air. Puluhan WNI sudah berada di Baku, Azerbaijan, untuk penerbangan selanjutnya ke Indonesia.

“Mencermati perkembangan situasi dan keamanan di Iran, evakuasi WNI dari Iran akan dilaksanakan secara bertahap. Evakuasi bertahap ini akan menggunakan jalur Iran-Azerbaijan. Batch pertama evakuasi diikuti oleh 32 evaquee dan hari ini (Sabtu) para evaquee sudah berada di Baku, Azerbaijan dan tengah menunggu penerbangan ke Tanah Air,” kata Plt Direktur Perlindungan WNI Kemlu, Heni Hamidah, kepada wartawan, Minggu (8/3).

Kemlu memastikan KBRI Teheran terus melakukan kontak dengan WNI yang tengah berada di Irana. Gelombang evakuasi WNI selanjutnya akan menunggu putusan pemerintah pusat berdasarkan situasi di Iran.

(amw/jbr)

  • Related Posts

    Pemerintah militer Myanmar menolak perundingan damai

    Pemimpin kudeta Min Aung Hlaing dipilih oleh parlemen sebagai presiden awal bulan ini setelah pemilu dicemooh sebagai pemilu palsu. Pemerintah Myanmar yang didukung militer telah mengundang kelompok-kelompok yang berseberangan untuk…

    permohonan bantuan hukum pro-Palestina tetap tinggi pada tahun 2025 di tengah tekanan kampus AS

    Washington, DC – tuntutan dukungan hukum terkait advokasi pro-Palestina tetap tinggi di Amerika Serikat pada tahun lalu, ketika Presiden Donald Trump mengancam aktivisme dan universitas dengan hukuman. Dalam laporan tahunan…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *