Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto mengeluarkan surat telegram kepada jajarannya agar siaga tingkat 1 guna mengantisipasi dinamika konflik di Timur Tengah. Wakil Ketua Komisi I DPR Anton Sukartono menilai perintah siaga 1 TNI untuk menjawab kekhawatiran perang di Timur Tengah meluas.
“Situasi perang yang saat ini terjadi antara Iran dan Amerika menimbulkan kekhawatiran tidak hanya bagi pihak yang berada di wilayah konflik, tetapi kekhawatiran juga dirasakan oleh banyak negara, khususnya terkait potensi meluasnya konflik pada level regional yang dapat memengaruhi stabilitas kawasan,” kata Anton kepada wartawan, Senin (9/3/2026).
Anton menilai perintah tersebut menjawab kekhawatiran masyarakat akan perang meluas. Anton yakin siaga 1 TNI itu merupakan wujud pertahanan dan keamanan nasional Indonesia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Terkait perintah siaga 1 yang dikeluarkan oleh Panglima TNI, saya selaku pimpinan Komisi I DPR RI, dapat memahami bahwa perintah ini merupakan upaya dari Panglima TNI untuk menjawab kekhawatiran tersebut,” katanya.
“Hal ini dapat kita lihat sebagai bentuk mitigasi terhadap dinamika konflik geopolitik yang berpotensi berdampak pada pertahanan dan keamanan nasional. Kami mengapresiasi upaya tersebut, khususnya butir ketiga yang menyampaikan terkait perencanaan evakuasi WNI yang berada di Timur Tengah,” tambahnya.
Lalu, Anton menegaskan bahwa keselamatan WNI adalah harga mati dan bagian dari kedaulatan Indonesia di luar negeri. Komisi I DPR, katanya, berharap Kemlu bersama TNI dapat memfasilitasi dan menjamin keselamatan para WNI yang saat ini berada di Timur Tengah.
“Penguatan aspek intelijen dan cegah dini juga sangat diperlukan guna mencegah terjadinya potensi perluasan konflik yang dapat berdampak pada stabilitas nasional kita,” katanya.
“Oleh karena itu, langkah peningkatan patroli oleh TNI di objek vital dan strategis nasional dapat dipahami sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas nasional di tengah situasi konflik kawasan yang penuh ketidakpastian,” sambungnya.
Lebih lanjut, Anton menilai dengan adanya perubahan yang begitu dinamis dalam dinamika ancaman global, saat ini Indonesia membutuhkan pendekatan extraordinary. Anton mendukung adanya peningkatan dan penguatan alutsista.
“Namun demikian, dengan terbitnya perintah siaga 1 ini, saya harapkan tidak menimbulkan kepanikan bagi masyarakat Indonesia,” katanya.
Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto sebelumnya mengeluarkan surat telegram kepada jajarannya agar melaksanakan siaga tingkat 1 guna mengantisipasi perkembangan situasi dalam negeri akibat dampak konflik di kawasan Timur Tengah. TNI menyebut langkah ini ditempuh sesuai dengan tugas pokok TNI.
Adapun perintah tersebut tertuang dalam Telegram Panglima TNI Nomor TR/283/2026. Surat ini diteken Asisten Operasi Panglima TNI Letjen Bobby Rinal Makmun pada 1 Maret 2026.
Kapuspen TNI Brigjen TNI Aulia Dwi Nasrullah menjelaskan penerapan siaga tingkat 1 merupakan tugas TNI dan telah diamanatkan oleh UU TNI. Ia mengatakan perlindungan yang dimaksud yakni dari ancaman terhadap bangsa dan negara.
“Salah satu tugas pokok TNI adalah melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia dari ancaman dan gangguan terhadap keutuhan Bangsa dan Negara,” kata Brigjen Aulia saat dihubungi, Minggu (8/3).
(azh/rfs)






