Kemlu: Timur Tengah Tak Rekomendasikan WNI Dievakuasi

KEMENTERIAN Luar Negeri menyampaikan sejumlah negara yang terdampak konflik di Timur Tengah tidak merekomendasikan pemerintah Indonesia mengevakuasi warga negara Indonesia yang berada di wilayah mereka. 

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Direktur Jenderal Asia, Pasifik, dan Afrika Kementerian Luar Negeri Santo Darmosumarto mengatakan, otoritas di sejumlah negara tersebut justru meminta warga negara asing yang berada di wilayah mereka untuk tetap berada di rumah dan tetap tenang. 

“Pemerintah-pemerintah di Timur Tengah mereka tidak merekomendasikan evakuasi,” kata Santo dalam siaran pers yang disiarkan melalui kanal Youtube Kemlu pada Jumat, 6 Maret 2026. 

Ia memaparkan saat ini WNI yang berada di wilayah Timur Tengah tercatat sebanyak 519.412 orang. Mereka tersebar di sejumlah negara yang terdampak perang Iran dengan Amerika Serikat dan Israel, antara lain, Bahrain, Qatar, Kuwait, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab. 

Menurut Santo, situasi terkini di setiap negara kawasan Teluk tersebut memang berbeda. Namun mayoritas dari mereka menyarankan untuk tidak melakukan evakuasi di tengah perang yang masih memanas. 

“Setiap negara itu pemerintahnya sudah sangat aware dan sudah sangat progresif ya terkait dengan menyampaikan imbauan-imbauan kepada warga negara asing untuk tetap tenang, aman, dan juga bahwa mereka akan diberikan berbagai keperluan-keperluannya selama ini,” kata Santo. 

Pelaksana Tugas Direktur Perlindungan WNI Kementerian Luar Negeri Heni Hamidah lantas memastikan hingga saat ini tidak ada WNI yang terluka atau terdampak langsung akibat adu senjata antara AS dan Iran yang tengah berlangsung.

Hanya saja, terdapat sejumlah WNI yang terdampak pembatalan penerbangan sehingga mereka terdampar. “Yang terdampak saat ini adalah adanya WNI stranded karena pembatasan dan penutupan ruang udara, pengalihan rute penerbangan, serta ketidakpastian jadwal transportasi internasional,” tuturnya. 

Ia mengklaim WNI yang terdampar tersebut kini telah mendapatkan akomodasi, penginapan, serta konsumsi sambil menunggu penebangan lanjutan dari perwakilan RI di wilayah setempat. Ia memastikan pemerintah juga akan membantu proses penjadwalan ulang penerbangan mereka hingga nantinya bisa tiba di tanah air. 

Berbeda dengan masyarakat di kawasan terdampak perang, WNI yang berada di Iran justru akan dievakuasi secara bertahap. Evakuasi tahap pertama akan dilakukan mulai pekan ini dengan jumlah WNI yang dipulangkan sebanyak 32 orang. Mereka akan dievakuasi melalui jalur Azerbaijan. “Adapun untuk rencana evakuasi selanjutnya diputuskan oleh pemerintah RI setelah melalui berbagai pertimbangan keamanan yang paling update,” kata Heni. 

  • Related Posts

    BGN: Tak Semua Masalah MBG di Medsos Benar

    WAKIL Kepala Badan Gizi Nasional Bidang Komunikasi dan Investigasi Nanik Sudaryati Deyang menyoroti berbagai isu yang kerap muncul di ruang publik mengenai program makan bergizi gratis (MBG). “Sejumlah kejadian memang…

    Berkilo-kilo Party Drug Disita dari Lab Narkoba Sindikat Rusia di Bali

    Gianyar – Sindikat narkoba asal Rusia diam-diam mendirikan laboratorium rahasia (clandestine lab) narkotika di sebuah villa di Gianyar, Bali. Berkilo-kilo mephedrine atau ‘party drug’ disita aparat di lokasi tersebut. Jaringan…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *