ASHIM Romadhony, 23 tahun, menyaksikan langsung rudal dan drone Iran ditangkis oleh sistem pertahanan udara milik Uni Emirat Arab (UEA) di langit Sharjah, Distrik Al Jada. WNI yang sedang berkuliah di Mohamed Bin Zayed University for Humanities itu mengaku mendengar dentuman dan melihat kilatan sejak serangan pertama Iran ke UEA.
“Dentuman dan kilatan di langit itu terdengar dan terlihat dengan sangat jelas,” kata Ashim saat dihubungi, Rabu, 4 Maret 2026.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Iran melancarkan serangan rudal dan drone besar-besaran ke UEA sejak Sabtu, 28 Februari 2026. Tindakan Iran merupakan serangan balasan yang sebelumnya dilakukan Israel dan Amerika Serikat. Iran menyerang negara dengan lokasi pangkalan atau fasilitas militer Amerika Serikat, termasuk Abu Dhabi dan Dubai.
Saat serangan pertama terjadi, Ashim sedang berada di asramanya di District Al Jada, Kota Sharjah. Lokasi asrama Ashim cukup jauh dari pertama.
Situasi lebih mencekam pada hari kedua dan ketiga. Dia melihat langsung rudal Iran ditepis sistem pertahanan UEA di langit Sharjah.
Menurut dia, eskalasi situasi di tempatnya naik dan turun. Dari informasi media lokal, Ashim mengatakan misil Iran menyerang Kantor Konsulat Jenderal Amerika dan wilayah pelabuhan.
Situasi itu mempengaruhi aktivitas Ashim sebagai mahasiswa. Seluruh kegiatan kampus dialihkan dari tatap muka menjadi menjadi sistem online (daring) selama seminggu ke depan “Demi alasan keamanan,” ujar dia.
Kedutaan Besar Republik Indonesia dan Konsulat Jenderal Republik Indonesia telah menetapkan status Siaga III bagi WNI yang berada di UEA sejak 28 Februari 2026 sebagai langkah kewaspadaan menyusul memanasnya konflik di kawasan Timur Tengah. Status Siaga III ini merupakan level kewaspadaan paling awal, yang berarti pemerintah meminta WNI untuk meningkatkan kewaspadaan, membatasi aktivitas di luar rumah, dan mengikuti arahan otoritas setempat serta imbauan diplomatik.
Ashim mengatakan KBRI Abu Dhabi meminta WNI untuk meningkatkan kewaspadaan, mengurangi aktivitas di luar rumah, serta menghindari lokasi yang berpotensi terdampak. WNI juga diminta untuk selalu siap siaga, termasuk mempersiapkan tas darurat yang berisi dokumen penting. “Persiapan jika sewaktu-waktu kondisi memburuk,” kata dia.
Hingga Ahad sore, Kementerian Pertahanan UEA mengatakan telah mendeteksi 165 rudal balistik, menghancurkan 152, dan mencegat dua rudal jelajah. Setidaknya tiga orang di UEA dipastikan tewas dan 58 lainnya luka-luka.






