Satgas PRR Rampungkan 11.189 Huntara, Sumbar Nol Pengungsi di Tenda

INFO TEMPO – Penyelesaian Hunian Sementara (Huntara) terus dikebut sepanjang Ramadan tahun ini. Dalam data Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) per 1 Maret 2026 dilaporkan 11.189 unit telah rampung 100 persen. Siap dihuni ribuan keluarga yang sebelumnya kehilangan dan kerusakan tempat tinggal akibat banjir besar di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.

Sebelas ribu lebih Huntara yang siap huni itu merupakan manifestasi dari keberhasilan orkestrasi lintas sektoral. Di bawah satu komando, Satgas PRR berhasil menyatukan ritme kerja kementerian, lembaga, hingga sektor swasta, selaras dengan janji Presiden Prabowo saat membentuk tim khusus tersebut. “Semua unsur bekerja sama, tidak ada alasan,” ucapnya di awal Januari silam.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Ketua Satgas PRR Tito Karnavian turut menegaskan bahwa kerja bersama ini adalah komitmen negara untuk menghadirkan kenyamanan bagi warga sebelum hari kemenangan. “Kita harapkan secepat mungkin bisa menyelesaikan sebelum Idul Fitri. Kalau bisa sebelum Idul Fitri semua tidak ada di tenda, tapi di Huntara atau menerima Dana Tunggu Hunian (DTH) yang diberikan,” ujar Tito.

Berbekal amanat tersebut, sekitar 30 kementerian/lembaga bersatu padu melaksanakan rehabilitasi. Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto yang juga Wakasatgas II PRR berperan sebagai motor penggerak utama. Dengan pengalaman pernah menjadi Pangdam V Brawijaya, koordinasi berjalan lebih terstruktur karena pengawasan berlangsung setiap hari. Giat ini juga diperkuat secara teknis oleh Kementerian Pekerjaan Umum (PU) dan pengawasan dari Menko Infrastruktur.

Di lapangan, sinergi ini kian solid dengan keterlibatan unit-unit TNI AD dan Polri yang memastikan pembangunan fisik tidak terhenti meski di medan yang sulit. Tidak hanya instansi pemerintah, juga tercatat kontribusi dari Danantara, Dompet Dhuafa, Rumah Zakat, hingga inisiatif kemanusiaan lainnya.

Ketua Satgas PRR Tito Karnavian menyapa warga saat peresmian hunian sementara (huntara) di Simarpinggan, Tapanuli Selatan, pada Kamis, 5 Februari 2026. Dok. Kemendagri

Nihil Tenda di Sumbar

Jika menyelidik data per 1 Maret lebih dalam, Aceh menjadi kontributor terbesar dengan 9.497 unit yang telah selesai, dibuntuti Sumatera Utara dengan 961 unit. Fakta menarik terlihat pada Sumatera Barat yang telah merampungkan 731 unit.

Capaian di Ranah Minang ini menjadi krusial karena berhasil menjawab tantangan “Nihil Tenda” yang dicanangkan Satgas PRR. Alhasil, Tito Karnavian memberikan apresiasi khusus terhadap pola kerja terpadu ini, terutama di wilayah yang telah menunjukkan progres signifikan.

“Di Sumatera Barat itu sudah tidak ada lagi pengungsi dalam catatan kami. Tidak ada lagi pengungsi yang ada di tenda, semuanya sudah ada di Huntara. Itu kerja keras yang luar biasa dari kawan-kawan di lapangan,” tegas Tito.

Meski progres cukup menggembirakan, Satgas PRR tidak berpuas diri. Dari total rencana besar sebanyak 18.253 unit di tiga provinsi, masih ada sisa sekitar 7.064 unit yang saat ini terus dipacu. Kendati begitu, jika dibandingkan data per 27 Februari yang mencatat 10.498 unit sudah rampung, maka terjadi pertambahan 691 unit hanya dalam tempo dua hari menjadi 11.189 unit (data 1 Maret).

Cepatnya pembangunan ini menunjukkan efektivitas model kerja satu komando yang diterapkan Satgas PRR. Dalam rentang dua hari, penambahan ratusan unit menjadi indikator bahwa ritme kerja di lapangan bergerak konsisten dan terukur.

Sinergi semua unsur yang terlibat dalam Satgas PRR membuktikan bahwa ketika negara hadir dengan manajerial yang rapi dan orkestrasi yang tepat, maka pemulihan pascabanjir Sumatra dapat berjalan sesuai harapan. Kerja keras ini demi memastikan tak ada lagi warga yang merayakan hari kemenangan di bawah terpal plastik, melainkan dalam hunian yang kokoh dan aman. (*)

  • Related Posts

    Hakim MK: Mengapa Dana MBG Tak Masuk Kemensos atau Kemenkes?

    HAKIM Mahkamah Konstitusi (MK) Guntur Hamzah mempertanyakan alasan pemerintah menempatkan anggaran program makan bergizi gratis (MBG) dalam sektor pendidikan. Guntur juga mempertanyakan mengapa prioritas Presiden Prabowo Subianto itu tak diintegrasikan…

    Soal Antrean Haji, Maman Imanul Tegaskan War Tiket Bukan Solusi

    INFO NASIONAL – Anggota Komisi VIII DPR RI Maman Imanul Haq menilai wacana penerapan skema war tiket dalam penyelenggaraan ibadah haji perlu dikaji secara hati-hati. Ia menilai isu yang lebih…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *