4 Kesaksian Aksi Gila-gilaan Pengemudi Mobil Lawan Arah Kayak Film

Jakarta

Aksi seorang pengemudi mobil melawan arah dan menabrak sejumlah kendaraan di Jalan Gunung Sahari, Kecamatan Sawah Besar, Jakarta Pusat (Jakpus), viral di media sosial. Para saksi mengungkapkan aksi gila-gilaan sang pengemudi yang mirip seperti di film.

Dirangkum detikcom, Kamis (26/2/2026), peristiwa itu terjadi pada Rabu sore (25/2) kemarin. Berdasarkan video yang beredar, terlihat mobil melaju di arah yang berlawanan. Mobil menabrak sejumlah motor dan berupaya menghindari kerumunan warga yang menyerang.

Sejumlah warga mengejar mobil tersebut dengan memecahkan kaca mobil tersebut. Namun, mobil tersebut tetap melaju maju dan mundur untuk melarikan diri hingga menabrak mobil polisi. Beberapa waktu kemudian mobil terkepung dan dihentikan warga.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ps Kasat Lantas Polres Metro Jakarta Pusat Kompol Arry Utomo mengatakan peristiwa terjadi pada sekitar pukul 17.20 WIB kemarin sore. Kecelakaan berawal ketika mobil melaju dari arah utara menuju selatan.

“Sesampainya di dekat Halte Lapangan Banteng, pada saat hendak diberhentikan oleh petugas, kendaraan tersebut tetap melaju dan terus berjalan ke arah selatan,” ujarnya.

Kemudian, setiba di Jalan Gunung Sahari IV, kendaraan berbelok ke arah berlawanan. Kendaraan kemudian melaju ke Jalan Bungur Besar Raya.

“Sesampainya di Jalan Gunung Sahari V, kendaraan tersebut berbelok ke kiri melawan arah di Jalan Gunung Sahari V ke arah timur hingga di di Simpang MBAL dan tetap melaju di Jalan DR Sutomoke arah timur,” tuturnya.

Sesampai di sekitar Hotel Bintang Baru, kendaraan berputar ke arah barat. Kemudian, kembali ke Simpang MBAL dan berbelok ke kiri ke Jalan Gunung Sahari arah utara.

Pengemudi pria berinisial HM (25) itu pun kini telah diamankan. HM telah ditetapkan sebagai tersangka.

“Sudah (jadi tersangka),” kata Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Reynold EP Hutagalung, saat dihubungi, Kamis (26/2/2026).

Sementara itu, Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Komaruddin mengatakan tersangka dijerat dengan Pasal 311 Undang-undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ).

1. Pengemudi Hanya Membisu

Warga mengungkap kesaksiannya terhadap kejadian ini. Warga bercerita pemobil itu justru bengong membisu saat diamankan di lokasi.

“(Sopir) masih tetap di kemudinya. Nggak, saya lihat sendiri, nggak ada dia perlawanan. Ngomong bicara pun sekali sama orang apa, nyebut apa-apa nggak. Jadi dia kayak orang gimana ya, kayak orang kesima ya, bengong, syok gitu ya,” kata Wawa (53), warga RT 10 RW 04, Kelurahan Pasar Baru, saat ditemui di lokasi, Kamis (26/2).

Wawa menyebut pengemudi mobil itu langsung diamankan pihak kepolisian. Sementara itu, tiga penumpangnya dibawa polisi ke mobil patroli.

Wawa mengatakan penumpang wanita yang duduk di kursi depan terlihat santai meski situasi di lokasi sudah ricuh. Namun, kata Wawa, penumpang wanita di kursi belakang panik saat massa berkerumun di lokasi.

“Tapi, yang saya aneh, yang perempuannya nggak ada rasa kayak takut atau apa, yang perempuan santai, main HP. Di mobil polisi main HP. Ini orang kayaknya santai amat ya, gitu loh. Nggak ada syok apa gitu, kelihatan santai,” tuturnya.

2. Mobil Diamuk Massa

Dia berlari ke lokasi dan melihat sebuah mobil hitam sedang diamuk massa. Dia mengatakan pengemudi mobil itu akhirnya tidak berkutik setelah mobilnya terjepit sejumlah kendaraan.

“Dia nyari sela. Tabrak mobil ini, mundur. Tabrak mobil ini yang ke kiri, mundur. Nah udah satu lagi mobil Avanza, dia udah nggak bisa ke mana-mana, dia langsung kena kejepit,” ujarnya.

“Ke kanannya kejepit mobil Avanza, ke kirinya kena kejepit sama busway, patok busway itu yang item-item itu. Nah di situ udah langsung banyak orang-orang yang udah pada mukulin,” lanjut Wawa.

3. Dengar Suara Tembakan

Warga lain, Frangky (58), menyaksikan langsung insiden itu. Saat sedang bersantai di pos pinggir Kali Ciliwung, dia kaget mendengar suara tembakan peringatan itu, dan langsung bergegas mendekati lokasi.

“Nah, tiba-tiba ada keramaian, terus ada tembakan polisi buang tembakan. Wah, ini ada apaan nih? Kita pada lari ke sana gitu,” kata Frangky.

4. Mobil Dilempari

Saat tiba di lokasi, dia melihat massa sudah melempari dan memukuli mobil hitam tersebut. Frangky, yang berada di lokasi, langsung ikut menahan massa agar tidak menarik keluar pengemudi dan penumpang.

“Posisinya sudah terjepit seperti itu, ya sementara kan itu massa udah banyak. Ya pokoknya antusias saya sebagai warga intinya jangan sampai ada korban jiwa, apalagi kekerasan. Intinya melindungi juga gitu, melindungi, jangan sampai diamuk massa,” jelasnya.

(rdp/rdp)

  • Related Posts

    Seskab Ungkap Hasil Pertemuan Prabowo-MBZ: PEA Siap Tambah Investasi di RI

    Jakarta – Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengatakan usai buka puasa bersama, Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Persatuan Emirat Arab (PEA) Sheikh Mohammed bin Zayed Al Nahyan (MBZ) melakukan pertemuan…

    Divonis 15 Tahun Bui, Anak Buron Riza Chalid: Saya Akan Terus Cari Keadilan

    Jakarta – Anak buron Riza Chalid, Muhamad Kerry Adrianto Riza divonis 15 tahun penjara di kasus korupsi tata kelola minyak mentah. Kerry mengatakan banyak fakta sidang yang tak dimasukkan dalam…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *