Jakarta –
Viral narasi Kepala Desa Purwasaba, Kecamatan Mandiraja, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah (Jateng), bernama Hoho Alkaf diboikot dari jabatannya lantaran ditegur soal tato di sekujur tubuhnya oleh Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) Agus Andrianto. Faktanya, narasi tersebut ternyata hoaks alias berita bohong.
Sejumlah pengguna akun media sosial Facebook, Instagram, TikTok, hingga Threads mengedit video Menteri Agus saat memberi arahan di acara internal kementerian pada 2025, di mana ia membahas ada oknum pegawai Imigrasi di Bali yang baru berdinas dan ketahuan melakukan pemerasan kepada warga negara asing (WNA), serta memiliki tato penuh di tubuh. Menurut Menteri Agus, seseorang yang telah diangkat menjadi aparatur sipil negara (ASN) tak semestinya melakukan pidana dan berpenampilan semaunya.
Potongan video tersebut diedit dengan ditambahi foto Kades Hoho Alkaf serta dibumbui narasi hoaks bahwa sang kades diboikot akibat ucapan Menteri Agus. Beredarnya konten hoaks ini disayangkan oleh Kades Hoho.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Menanggapi video-video yang beredar di sosial media baik TikTok, Facebook, Instagram terkait video Pak Menteri, Pak Agus, itu adalah video (Agus Andrianto bahas tato) sudah lama sekali ya. Dan beliau itu pernah menyebut, membahas tato itu adalah bukan dengan saya. Tetapi dengan, kalau tidak salah, salah satu pegawai Imigrasi yang ada di Bali yang melakukan perbuatan melawan hukum atau melanggar hukum itu… atau perbuatan kriminal ya. Dan supaya ditindak tegas, itu,” kata Hoho Alkaf, dilihat detikcom dalam video yang diunggah di akun Facebooknya, Rabu (25/2/2026).
Hoho Alkaf mempertanyakan motivasi para pengguna medsos yang mengedit video Menteri Agus lalu mengaitkan ke dirinya. Dia menegaskan video Menteri Agus bukan sedang membahas dirinya.
“Jadi terkait akhir-akhir ini banyak sekali netizen, orang yang mengedit video itu kembali bahwasanya Pak Agus itu, Pak Menteri tidak suka dengan tato. Itu saya sangat-sangat menyayangkan ya dengan para netizen. Karena untuk apa sih diedit-edit sedemikian rupa? Sedangkan apa… hal itu tidak ada sangkut pautnya, tidak ada kaitannya dengan saya gituloh,” ujar Hoho Alkaf.
Hoho mengaku memiliki hubungan baik dengan Menteri Agus. Menunjukkan keakrabannya, Hoho menyampaikan beberapa kali bertemu dan ngobrol dengan Menteri Agus via panggilan video.
Dia pun mengimbau para pengguna akun medsos untuk bijak. Dia berharap pengguna medsos tak memakai segala cara untuk menjadikan kontennya viral atau mendapat pengikut.
“Saya dan Pak Agus juga kenal. Saya juga beberapa kali pernah telepon dengan beliau, video call. Jadi untuk para netizen, saya mohon jangan karena pingin videonya FYP, kepingin followers-nya bertambah banyak tapi (dengan cara) melakukan pengeditan-pengeditan yang seperti itu. Saya rasa itu adalah tidak baik dan hal yang tidak penting,” ucap Hoho Alkaf.
Terakhir, Hoho Alkaf berharap netizen Tanah Air bersikap skeptis dan tak menelan mentah-mentah konten media sosial. Bijaknya, sambung Hoho, netizen mendalami informasi terkait dan mengecek faktanya sebelum berkomentar dan melakukan justifikasi. Dia pun berharap netizen berhenti menyebar hoaks.
“Jadi untuk para netizen semua di Indonesia jangan mudah percaya. Untuk apa… setelah melihat video-video yang baru (dipublikasi akun-akun anonim), (untuk) cek dulu jejak digitalnya. Itu ada video itu punya saya, ada video yang sudah empat tahun, lima tahun yang lalu. Dan video dari Pak Menteri itu sendiri kan sudah satu tahun lebih ya. Jadi saya mohon kepada para stoplah untuk hal-hal kaya gitu,” pungkas Kades Hoho.
Sejumlah netizen menanggapi video penjelasan Hoho dan meninggalkan komentar di kolom. Pengikut akun Facebook Hoho menyayangkan konten video hoaks tersebut.
“Berarti saya salah ikut komentar. Saya minta maaf Pak Menteri. Karena saya suka sepak terjang Kades Hoho dalam membangun. Maka kalau ada yang menjelek-jelekan Kades Hoho saya tidak terima. Maka saya ikut comot,” ujar pemilik akun Facebook dengan nama Wa Gino.
“Sejak adanya FB pro, banyak orang menghalalkan segala cara demi cuan yang tak seberapa dibanding dosa fitnahnya,” ujar pemilik akun Vict.
“Alhamdulillah, baru tahu setelah penjelasan Mas Kades Hoho. Dari awal aku udah nggak yakin atas video tersebut karena yang dituju pegawai, bukan Kades Hoho. Karena Kades Hoho bukan PNS …. Matur suwun atas informasinya, tetap semangat,” ujar akun Den Sugeng Indragiri.
(aud/zap)






