MBG Puasa di Lumajang Banjir Keluhan, BGN Kirim Tim ke Sana

KEPALA Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana merespons berbagai keluhan terhadap pelaksanaan makan bergizi gratis (MBG) selama Ramadan di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur. Ia mengatakan tim BGN sudah turun ke lapangan.

“Kami turunkan tim ke lapangan,” kata guru besar di Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor ini saat dikonfirmasi, pada Senin, 23 Februari 2026.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Keluhan pelaksanaan MBG puasa di Lumajang diantaranya disampaikan lewat grup WhatsApp ‘SADARKUM LUMAJANG’ yang beranggotakan tokoh lintas bidang masyarakat Kabupaten Lumajang. Grup ini beranggotakan sekitar 700 orang, mulai dari aktivis buruh, pegiat antikorupsi, aktivis petani, pedagang hingga anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah.

Selama puasa, BGN memang tetap membolehkan pembagian menu MBG kepada penerima, baik siswa, ibu hamil, maupun balita. BGN juga menyarankan agar menu MBG yang disajikan adalah makanan kering yang tidak cepat basi.

Seorang admin grup WhatsApp ‘SADARKUM LUMAJANG, Madiono, menyilakan Tempo mengutip berbagai keluhan tentang menu MBG puasa tersebut. Aktivitas buruh migran Lumajang ini mengatakan keluhan itu berawal dari sebuah pesan bergambar menu MBG puasa yang diterima siswa salah satu sekolah di Lumajang. Menu itu berupa satu butir telur rebus, satu buah jambu jambu kristal, serta satu bungkus kecil kacang dan roti. Pesan itu langsung disambut beragam komentar.

Gimana MBG anakku kok seperti ini. Masa jambu untuk rujakan, rotinya roti seribuan, kacangnya seperti kaya yang dijual di bis. Komplain ke siapa ini,” ujar salah satu anggota grup WhatsApp itu dalam bahasa Jawa. 

Madiono mengatakan sepertinya Presiden Prabowo Subianto banyak dibohongi oleh pelaksana MBG di tingkat bawah. “Harusnya MBG langsung dipegang oleh BGN sendiri, atau lembaga-lembaga yang berkompeten,”‘ kata Madiono, Senin, 23 Februari 2026

Ahmad Nur Huda, anggota grup WhatsApp itu, juga menganjurkan agar masyarakat mulai mengambil gambar menu MBG puasa, lalu membagikannya di media sosial. “Biar Presiden tahu kalau anak buahnya enggak benar. Enggak peduli siapapun itu,” kata Nahdlatul Ulama ini. 

Gus Mamak, sapaan Ahmad Nur Huda. pun membagikan cara untuk menghindari pelanggaran Undang-Undang Informasi dan -Traksaksi Elektronik. “Posting saja, caption-nya cukup menu MBG hari ini. Bagaimana menurut kalian? Kasih hastag #prabowosubianto,” kata dia.

  • Related Posts

    Polisi Tangkap 11 Pemotor yang Viral Rusak Portal JLNT Casablanca!

    Jakarta – Pihak kepolisian bergerak cepat menyelidiki konvoi motor yang merusak portal dan menerobos JLNT Casablanca, Jakarta Selatan. Saat ini ada sebelah pengendara motor yang telah diamankan oleh polisi. “Sebanyak…

    DPR: RUU Perampasan Aset Sedang Tahap Penyusunan Naskah Akademik

    Jakarta – Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad mengungkapkan perkembangan terbaru terkait proses legislasi Rancangan Undang-Undang (RUU) Perampasan Aset. Dasco mengatakan saat ini DPR tengah menyusun naskah akademik dari…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *