Polisi Gagalkan Transaksi Tramadol di Tanah Abang, 4 Pengedar Ditangkap

Jakarta

Tim Patroli Perintis Presisi Direktorat Samapta Polda Metro Jaya menangkap empat pria yang diduga menjual obat keras jenis tramadol di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat. Keempat palaku saat ini sudah diproses hukum.

Patroli digelar pada Minggu (22/2) dipimpin Ipda Dedy Suhendro dan Ipda Abdul Kadzim dengan melibatkan 37 personel gabungan Tim Patroli 3P, Patroli Monitoring, serta Polwan. Saat melakukan penyisiran, petugas menemukan aktivitas transaksi mencurigakan yang mengarah pada penjualan obat keras tanpa izin.

Empat orang berinisial S, I, MA, dan WS lalu diamankan. Saat digeledah, ditemukan barang bukti 15 strip tramadol dari tangan mereka. Para terduga pelaku diserahkan ke Polsek Metro Tanah Abang untuk proses lebih lanjut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“Kehadiran anggota di lapangan sebagai langkah preventif sekaligus penegakan hukum agar situasi kamtibmas tetap kondusif,” kata Direktur Samapta Polda Metro Jaya Kombes Wahyu Dwi Ariwibowo dalam keterangannya, Senin (23/2/2026).

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto mengatakan patroli kewilayahan akan terus digelar. Dia mengimbau masyarakat melapor melalui call center 110 apabila menemukan aktivitas mencurigakan.

“Penanganan kami lakukan secara tegas, terukur, dan profesional. Dukungan masyarakat penting untuk memutus mata rantai peredaran obat terlarang,” ujarnya.

(wnv/ygs)

  • Related Posts

    RI Gabung BoP, Menkomdigi: Untuk Palestina Tak Bisa Hanya Jadi Penonton

    Jakarta – Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Meutya Hafid, mengatakan Indonesia sudah seharusnya tak hanya menjadi penonton dalam upaya perdamaian di Palestina. Meutya mengatakan masuknya Indonesia dalam forum Board of…

    Waka MPR Dorong Kebijakan Tepat-Dedikasi Guru buat Akses Pendidikan Merata

    Jakarta – Wakil Ketua MPR Lestari Moerdijat (Rerie) mendorong pelaksanaan kebijakan yang tepat dan kreatif, serta dedikasi guru yang kuat. Hal itu sebagai bagian upaya melahirkan akses pendidikan yang merata…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *