Satu Tahun Kinerja Ahmad Luthfi – Taj Yasin: Ekonomi Tumbuh, Kemiskinan Menurun

INFO TEMPO – Satu tahun pasangan Ahmad Luthfi dan Taj Yasin Maemoen memimpin Jawa Tengah sebagai gubernur dan wakil gubernur periode 2025-2030, telah menorehkan beragam prestasi dan kemajuan. Baik itu melalui pembangunan infrastruktur, investasi, pendidikan, kesehatan, hingga menekan angka kemiskinan.

Beragam terobosan juga dilakukan, utamanya melalui program yang berpihak kepada rakyat. Program dokter spesialis keliling (Speling) misalnya, program ini memberikan pemeriksaan gratis kepada masyarakat. Selain itu, terdapat pendidikan gratis melalui sekolah kemitraan, beasiswa santri, perbaikan RumahTidak Layak Huni (RTLH) rumah rakyat, dan lainnya.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Melalui beragam terobosan dan program, Pemprov Jateng meraih setidaknya 40 penghargaan dari berbagai lembaga selama 2025. Menurut Gubernur Ahmad Luthfi, sederet penghargaan tersebut bukanlah tujuan akhir. “Tapi pengingat agar kebijakan yang kami jalankan benar-benar berdampak, melayani masyarakat, menjaga integritas, menstabilkan ekonomi, dan membuka ruang investasi seluas-luasnya,” kata dia.

Pertumbuhan ekonomi Jateng pada triwulan IV tahun 2025 berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) mencapai 5,37 persen (y-on-y). Capaian itu memosisikan provinsi ini di atas rata-rata pertumbuhan nasional yang berada di angka 5,11 persen. Capaian ini menempatkan Jawa Tengah sebagai provinsi dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi kedua di Pulau Jawa.

Bukan hanya itu, nilai realisasi investasi Jawa Tengah pada tahun 2025 mencapai Rp 88,50 triliun, terdiri dari Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar Rp 50,86 triliun, serta Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp 37,64 triliun. Angka ini menjadi capaian tertinggi dalam 10 tahun terakhir. Dari nilai investasi itu, Terdapat sebanyak 105.078 proyek yang terealisasi, dengan penyerapan tenaga kerja mencapai 418.138 orang.

Pertumbuhan ini terbukti berimplikasi positif terhadap kesejahteraan masyarakat dengan turunnya angka kemiskinan secara signifikan dari 9,48 persen pada Maret 2025 menjadi 9,39 persen pada September 2025. Jumlah penduduk miskin Jawa Tengah pada September 2025 sebanyak 3,34 juta orang, turun 21,87 ribu orang dibanding Maret 2025, dan turun 51,52 ribu orang dibanding September 2024 yang sebanyak 3,40 juta orang. Sementara gini ratio pada 2025 juga berada angka 0,350. Hal ini mengindikasikan ketimpangan pendapatan antar penduduk semakin menyempit.

Peningkatan ekonomi juga tercermin dari Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) per kapita masyarakat Jateng yang kini mencapai Rp 50,82 juta, naik 5,9 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Di sisi lain, tingkat pengangguran terbuka berhasil dijaga pada angka 4,32 persen per November 2025.

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menyadari masih ada pekerjaan rumah pada sektor Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang saat ini berada di angka 74,77. “Angka kemiskinan kita bisa turunkan, kita semakin baik, maka ini harus perlu kita tingkatkan,” kata Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin.

Momentum pertumbuhan yang berada di atas nasional ini, kata dia, harus terus dijaga dan diarahkan untuk program-program yang menyentuh masyarakat bawah. “Penurunan angka kemiskinan harus kita masifkan lagi. Anggaran harus mengarah kepada penurunan kemiskinan secara bersama-sama, termasuk memberikan akses pendidikan yang lebih baik bagi kelompok disabilitas,” kata dia. Hal itu, lanjut Taj Yasin, dilakukan agar kualitas hidup mereka meningkat. (*)

  • Related Posts

    Kapolri Ucapkan Belasungkawa Mendalam atas Tewasnya Siswa Dianiaya Oknum Brimob

    Jakarta – Siswa di Tual, Maluku, inisial AT dianiaya oknum Brimob, Bripda MS, hingga tewas. Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengucapkan belasungkawa yang mendalam kepada keluarga korban dan masyarakat atas…

    Kapolri Perintahkan Brimob Penganiaya Diusut Etik & Pidana: Tegakkan Keadilan bagi Korban

    Jakarta – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memerintahkan kasus oknum Brimob, Bripda MS, menganiaya siswa inisial AT hingga tewas di Tual, Maluku, diusut secara etik dan pidana. Jenderal Sigit menegaskan…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *