Respons PDIP soal Ganjar Masuk Bursa Capres Pemilu 2029

SEKRETARIS Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto menanggapi hasil survei Indekstat yang merilis elektabilitas figur untuk persaingan calon presiden pada Pemilu 2029. Dia mengatakan pelaksanaan pemilihan presiden masih jauh untuk dibicarakan.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

“Yang penting sekarang kerja untuk rakyat dulu,” katanya kepada awak media seusai Soekarno Run di kawasan Senayan, Jakarta, pada Ahad, 15 Februari 2026.

Adapun Ganjar Pranowo masuk sepuluh besar tokoh dengan elektabilitas tertinggi di pilpres 2029 berdasarkan sigi Indekstat. Ketua DPP PDIP itu berada di peringkat keenam calon presiden dengan tingkat keterpilihan bila pilpres digelar saat ini, yakni sebesar 3,7 persen.

Menurut Hasto, momentum yang tepat saat ini untuk dibahas perihal demokrasi substansial. Demokrasi itu, ujar dia, menekankan pada kepentingan rakyat.

Terlebih dia menyoroti adanya peristiwa pelajar mengakhiri hidupnya karena tak mampu membeli pena dan buku sekolah. Hasto menyatakan kasus itu menjadi pukulan kemanusiaan untuk semua warga Indonesia.

“Jadi jangan dibawa demokrasi ini elektoral, lalu setiap hari hanya berbicara tentang pemilihan,” ucapnya.

Selain itu, dia mengatakan bahwa survei memang bisa dipakai sebagai alat ukur persepsi rakyat. Namun, menurut dia, tolok ukur terhadap hasil survei hanya bisa dijadikan acuan bila kemerdekaan berbicara di suatu negara tergolong bebas serta adanya checks and balances.

“Sehingga di banyak negara survei itu dijadikan sebagai alat dogmatisme kekuasaan,” ucapnya.

PDIP, kata Hasto, tak pernah menggunakan survei sebagai alat untuk membangun bandwagon effect. Karena itu, dia menekankan pentingnya kerja-kerja partai politik dengan turun langsung ke masyarakat.

“Agar rakyat punya kesadaran untuk menentukan partai mana yang betul-betul memperjuangkan kepentingan rakyat,” ujarnya.

Sebelumnya, Indekstat merilis sepuluh nama dalam daftar kandidat dengan pertanyaan “Jika pilpres dilakukan hari ini, dari sepuluh nama siapa yang akan Anda pilih sebagai presiden?”.

“Hasilnya, Prabowo menjadi figur dengan raihan tertinggi, yakni 47,2 persen,” kata Head of Politics Indekstat Konsultan Indonesia Saiful Muhjab pada Kamis, 12 Februari 2026.

Di urutan kedua dan ketiga, dia melanjutkan, bertengger nama Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dan mantan Gubernur Jakarta Anies Baswedan. Dedi memperoleh elektabilitas 17,8 persen, diikuti Anies dengan 11,2 persen.

Di urutan keempat, kata Saiful, terdapat nama Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dengan elektabilitas 4,9 persen, diikuti Wakil Presiden saat ini, Gibran Rakabuming Raka, dengan 3,9 persen.

“Di urutan keenam dan ketujuh terdapat nama Ketua DPP PDIP Ganjar Pranowo yang meraih 3,7 persen dan Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono 1,0 persen,” ujarnya.

Urutan selanjutnya ada nama Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar serta Menteri Pemuda dan Olahraga sekaligus Ketua Umum PSSI Erick Thohir. Keduanya memperoleh skor elektabilitas yang sama besar, yakni 0,4 persen, disusul mantan calon wakil presiden Mahfud Md. 0,3 persen.

Andi Adam berkontribusi dalam penulisan artikel ini.

Pilihan editor: Aturan WFA bagi Pekerja Swasta saat Nyepi dan Idul Fitri

  • Related Posts

    Mahasiswa STIK Angkatan 83 dan TNI Bersih-bersih Pantai di Aceh Utara

    Aceh Utara – Puluhan mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK) Angkatan ke-83 Lemdiklat Polri bersama jajaran TNI hingga masyarakat bergotong royong membersihkan kawasan pesisir pantai di Aceh Utara. Sinergitas antarinstitusi…

    Truk Kontainer Timpa Mobil di Karawang, 3 Orang Tewas

    Karawang – Sebuah truk kontainer menimpa sebuah mobil sedan di Karawang, Jawa Barat. Akibatnya, 3 orang meninggal dunia. Dilansir detikjabar, Minggu (16/2/2026), insiden maut itu terjadi di Jalan Raya Tanggul…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *