Profil Daryono, Direktur Gempa BMKG yang Mengundurkan Diri

DIREKTUR Gempa Bumi dan Tsunami di Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Daryono menyatakan telah mengundurkan diri dari jabatannya. Dia juga memutuskan untuk pensiun dini dari institusi tersebut.

“Melalui pesan ini, saya ingin menyampaikan bahwa saya telah mengajukan pengunduran diri dari jabatan Direktur Gempabumi dan Tsunami, sekaligus mengajukan pensiun dini dari BMKG,” kata Daryono dalam keterangannya, Jumat, 13 Februari 2026.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Melalui akun media sosialnya di X @dar_gempa2sg, Daryono menjelaskan alasan pengunduran dirinya berkaitan dengan kesehatan. “Cari sehat dan bahagia,” tulis Daryono ketika merespons pertanyaan netizen.

Meski pensiun dini, dia mengatakan komitmennya terhadap edukasi publik di bidang kegempaan dan kebencanaan tidak akan berhenti. Ia menyebut memiliki tanggung jawab keilmuan, edukasi, dan moral di negeri yang rawan bencana seperti Indonesia. Karena itu, ia tetap membuka diri menjadi narasumber terkait gempa bumi dan tsunami.

Profil Daryono

Melansir dari situs Ikatan Alumni Meteorologi dan Geofisika atau Ikamega, Daryono pernah mengemban ilmu D-III di Akademi Meteorologi dan Geofisika, Jakarta. Setelah lulus diploma, ia melanjutkan pendidikan sarjana di Program Studi Meteorologi dan Geofisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia. Ia berhasil meraih gelar sarjananya pada tahun 2000.

Daryono melanjutkan pendidikan di tingkat magister, dengan mengambil keilmuan perihal manajamen lahan kering di Universitas Udayana Bali. Ia lulus S2 pada 2002. Kemudian mendapat gelar doktor di bidang Ilmu Geografi dari Universitas Gadjah Mada pada 2006 silam.

Pria kelahiran Semarang pada 21 Februari 1971 ini memulai kariernya sebagai staf teknis di BMKG Wilayah III Denpasar. Daryono juga aktif sebagai peneliti geofisika di institusi tersebut.

Selama kariernya, ia pernah dipercaya menjabat di berbagai posisi strategis. Daryono tercatat pernah menjabat sebagai Kepala Subbagian Administrasi Akademik dan Ketarunaan di Sekolah Tinggi Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika.

Daryono juga pernah menjadi Kepala Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, serta Kepala Bidang Informasi Gempa Bumi dan Peringatan Dini Tsunami. Jabatan terakhirnya di BMKG sebagai Direktur Gempa Bumi dan Tsunami.

Daryono juga aktif menulis puluhan artikel ilmiah. Ilmuwan ini tercatat telah menulis lebih dari 81 publikasi ilmiah berstandar internasional dan 17 publikasi ilmiah nasional. Dia juga aktif di media sosial untuk menyampaikan data teknis terkait kebencanaan dengan gaya bahasa yang mudah dipahami awam.

Daryono juga pernah mewakili Indonesia dalam Sub-Committee on Meteorology and Geophysics ASEAN. Dia juga aktif sebagai bagian dari kelompok kerja seismologi di Pusat Studi Gempa Nasional, sekaligus menjadi anggota Dewan Pakar di Himpunan Ahli Geofisika Indonesia.

  • Related Posts

    Kemlu: TNI di Gaza Tidak Akan Terlibat Operasi Tempur

    KEMENTERIAN Luar Negeri Indonesia memastikan Tentara Nasional Indonesia yang akan dikirim ke Gaza, Palestina, untuk berpartisipasi dalam pasukan stabilisasi atau International Stabilization Force (ISF), tidak akan terlibat operasi tempur apa…

    Walkot Denpasar Minta Maaf ke Prabowo, Akui Keliru Pernyataan soal BPJS PBI

    Jakarta – Wali Kota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara mengklarifikasi penyataannya tentang penonaktifan Penerima Bantuan Iuran (PBI) Jaminan Kesehatan (JK). Jaya Negara juga menyampaikan permohonan maaf. Dilansir detikBali, Minggu…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *