SEKRETARIS Jenderal Partai Golkar Muhammad Sarmuji mengklaim hubungan antara Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia dengan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa baik-baik saja. “Hubungan Pak Bahlil dengan Pak Purbaya tidak ada memanas, ada yang mem-framing, iya,” kata Sarmuji di Kompleks DPR, MPR, dan DPD pada Jumat, 13 Februari 2026.
Sebelumnya, pada acara “Strategi Swasembada Energi 2026: Hilirisasi, Transisi, dan Investasi”, Bahlil mengatakan kenaikan lifting minyak pada 2025 bukan hanya omon-omon.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Pernyataan itu disampaikan Bahlil manakala menanggapi pernyataan anggota Komisi XII DPR, Cornelis yang mempertanyakan angka kenaikan lifting minyak pada 2025.
Menurut dia, capaian lifting minyak Indonesia yang meningkat terjadi karena berbagai strategi yang telah direalisasikan pemerintah, misalnya optimalisasi produksi menggunakan teknologi dan reaktivasi sumur-sumur tua.
Pun, Bahlil juga mengingatkan pentingnya komunikasi antara pemerintah dengan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) atau perseroan pengelola blok minyak dan gas bumi yang beroperasi di Indonesia.
Contohnya, kata dia, seperti peningkatan lifting minyak yang terjadi di Blok Cepu, Jawa Timur sebagai buah dari komunikasi bersama ExxonMobil. Dengan komunikasi yang baik, lifting tersebut dapat meningkat dari umumnya 150 ribu barel per hari menjadi rata-rata 175 barel per hari.
Toh, Bahlil mengatakan, tidak menemukan sumur baru bukan berarti tidak bisa menaikkan lifting minyak. “Kok ada salah satu anggota DPR dan salah satu menteri mengatakan bagaimana mungkin lifting minyak naik sementara sumur besar belum ada? Dia lupa kalau kita itu komunikasi terus dengan KKKS,” ujar Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral itu.
Muhammad Sarmuji mengatakan, pernyataan Purbaya ihwal lifting minyak dapat naik apabila terdapat investasi. Hal tersebut, memang benar dan senada dengan apa yang disampaikan Bahlil. “Namun, mereka yang meragukan data Pak Bahlil tentu menunjukkan kesalahan yang jelas,” ucapnya.
Sarmuji memastikan, hubungan antara Bahlil dengan Purbaya tetap ‘adem-adem’ saja, tidak ada hubungan yang memburuk. “Pak Bahlil orangnya damai-damai saja, santai-santai saja,” katanya.
Pilihan Editor: Alasan Menteri Bahlil Melegalkan Sumur Minyak Tradisional






